"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole
Showing posts with label bulletin board. Show all posts
Showing posts with label bulletin board. Show all posts

Friday, October 7, 2016

Taylor Swift Book Tag

Getting bored during holiday (yes, I am still on my holiday! though it's only 2 days left), so I searching something interesting and I found this book tag! I should be doing this thing in 2014, but whatever, let's doing this now! I found this @ Kubikel Romance.

TAYLOR SWIFT BOOK TAG



1. We Are Never Ever Getting Back Together

pick a book or series that you were pretty sure you were in love with, but then wanted to break up with.

Delirium. Aku beli buku pertamanya yang terjemahan dan coba baca karena sepertinya banyak orang yang suka. Namun.. entah karena faktor apa, mungkin terjemahannya yang gak enak dibaca atau ceritanya yang lama banget berjalan atau keduanya. Yang jelas kemudian aku jadi malas bacanya, berhenti di tengah dan malas juga beli buku lanjutannya.

2. Red

pick a book with a RED cover.

Shout out to:

Balada Ching-Ching - Maggie Tiojakin



Sylvia's Letters - Miranda Malonka




3. The Best Day

pick a book that makes you feel nostalgic.

Jurnal Jo!
Kayaknya ini buku teenlit terbagus yang kubaca pas SMP. Soalnya permasalahannya anak sekolah banget. Sayang aku belum baca yang Jurnal Jo ketiga dan sayang juga, Jurnal Jo buku pertamanya hilang.

4. Love Story

pick a book with forbidden love.

Autumn Sky - Aiu Ahra. Cerita antara Chika yang jatuh cinta sama kakak tirinya, Yukito.

5. I Knew You Were Trouble

pick a book with a bad character you couldn’t help but love.

Harris Risjad, cowok playboy (?) yang suka ganti-ganti pacar tapi begitu loveable dan disukai banyak orang.

6. Innocent (written b/c of Kanye West!)

pick a book that someone ruined the ending for.

Girls in the Dark. Hmmm, sebenarnya gak jadi sebal sih. Soalnya waktu itu teman juga dapat tahunya dari sebuah blog buku. Terus kita bahas sebelum baca kan. Tapi pas baca masih kerasanya deg-degan dan nebak-nebaknya sih walau sudah agak tahu siapa pelakunya.


7. Everything Has Changed

pick a character from a book who goes through extensive character development.

Addie dari cerita ketiga di Let it Snow, The Patron Saint of Pigs karya Lauren Myracle. Cuma cerpen sih, tapi dalam satu cerita pendek itu Addie berhasil berubah yang wow dan membanggakan, jadi lebih bertanggung jawab.

8. You Belong With Me

pick your most anticipated book release.

Ilana Tan's new book please. Aku tahu sih dia baru nerbitin novella lanjutan Winter in Tokyo. Aku belum baca juga. Tapi please deh, aku sudah kangen sama tulisan Ilana Tan dan butuh baca novel barunya. So yeah. Please pretty please.

9. Forever and Always

pick your favorite book couple.

Lara Jean - Peter. I should read Ps. I still Love You ASAP.


Yoo Chae - Yoon Pyo dari Cheecky Romance. Dokter dan pekerja tv ini kayak kucing dan tikus tapi ngangenin.

10. Come Back, Be Here (ps: this is my fav song!)

pick the book you would least like to lend out, for fear of missing it to much.

Gak ada atau belum ada (?) aku suka minjemin bukuku asal orang itu ngerawatnya. Soalnya, aku jadi bisa ngobrol tentang buku itu sama dia kalau dia selesai baca. Waktu itu ada sih kejadian temanku pinjam dan dia menghilangkan pembatas bukunya. Sedih iya. Tapi aku gak kapok minjemin sih. Cuma lebih hati-hati aja. Sering-sering nanyain keberadaan bukuku.

Bonus Questions
11. Teardrops On My Guitar

pick a book that made you cry a lot.

Looking for Alaska - John Green. Bagian setelah 'before' dan sebelum 'after' i cri. Nangis dalam hati sih, soalnya pas banget baca itu pas lagi di angkot huuu.

12. Shake It Off

pick a book that you love so much, you just shake off the haters.

Ika Natassa's. Kecuali yang A Verry Yuppy Weeding. Banyak yang gak suka kan ya, lebih banyak yang suka juga sih sebenarnya. Jadi ya, well, aku dibagian yang suka dan gak peduli aku sama yang gak suka. Aku suka-suka aja bacanya.




Selesai. Menyenangkan sekali.
See ya!

Ps: © for every picture belong to the owner. I just found it on google.

Friday, July 3, 2015

Dua Belas Tahun #TerusBergegas dan Bermain Bersama Gagas

Hallo!


Gak kerasa ya. Rasanya baru kemarin aja nungguin seharian timeline Twitter gara-gara #11TanpaBatas-nya GagasMedia. Eh, sekarang udah #TerusBergegas aja. Happy birthday, GagasMedia!

WELL, YANG BIKIN TAMBAH MENYENANGKAN ADALAH:

KADO UNTUK BLOGGER HADIR LAGI!

YEEEEEEAAH!

Anyway, GagasMedia memang baik. Mereka yang ulang tahun, mereka yang kasih hadiah ke kita. Syaratnya cukup jawab 12 pertanyaan aja. Asik banget kan, kayak jawabin bulbo jaman Friendster gitu.



Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Berkesan itu bisa kesan baik dan buruk ya. Cuma untuk menyebarkan hal-hal baik selama Ramadhan (ehem), so here are my list of 12 books (in no particular order) with good impression that is SO GOOD and unforgettable.

1. Restart – Nina Ardianti
2. Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 – Pidi Baiq
3. Sunshine Becomes You – Ilana Tan
4. Catching Fire – Suzane Collins
5. Girls in the Dark – Akiyoshi Rikako
6. CoupL(ov)e – Rhein Fathia
7. Looking for Alaska – John Green
8. Daun Muda – Melody Violine
9. Ã‰clair – Prisca Primasari
10. Mere Matkadevi (dan 123 karakter lainnya) – Tulus Ciptadi Akib
11. Sabtu Bersama Bapak – Adithia Mulya
12. The Infamous – Silvia Arnie

P.S: Sengaja satu penulis, satu judul. Ternyata susah yang milih 12. Yang berkesan ada banyak nih.

P.S.S: Nah, karena saking berkesannya, kemungkinan judul-judul buku di atas akan banyak muncul di pertanyaan berikutnya.


Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?

BANYAK, HEHEHEHEHE, gak sih. Baca Sabtu Bersama Bapak nangis, baca Priceless Moment – Prisca Primasari juga nangis. Baca Chronicles of Audy: 4R – Orizuka, ada satu part yang bikin nangis. Terus, baca Sunshine Becomes You sama Looking for Alaska juga sempet nangis. Yap, segitu emosionalnya ya.

Tapi, ada satu buku yang bikin nangis banget sampai pas re-read kedua pun tetep nangis juga. Yaitu: Waktu Aku Sama Mika – Indi


Gak tau juga kenapa kok nangis segitunya. Mungkin karena kayak lagi baca diary seseorang (memang ini diary-nya kak Indi sih) dan Mika kan nyata. Kisahnya nyata dan dikemas menyenangkan. Bahasanya kayak kita banget kalau nulis diary, lincah, jujur, polos gitu, jadi aja nangis sesengukan. Nah, yang bikin heran, pas baca bukunya nangis, tapi pas nonton film-nya gak nangis deh. Mungkin kalau sekarang re-read lagi, gak akan nangis, duh, hehehe, bukan gak akan nangis sih, tapi gak mau nangis lagi.


Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?

From The Not So Amazing Life of @aMrazing – Alexander Thian, page 116.

“Padahal, menilai orang dari kulit luar sebenarnya kan jahat. Kita nggak memberi kesempatanke diri kita untuk mengenal lebih jauh. Kita cuma melihat apa yang ingin kita lihat, bukan melihat apa yang seharusnya kita lihat. Kita lupa, beauty is only skin deep.”
Ngena banget ya? First impression itu perlu, tapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya cara menilai orang lain. Kita kan belum tahu kulit dalam orang itu kayak apa. Kebanyakan dari kita, lebih seringnya memang Cuma mau melihat apa yang pengin kita lihat aja, terus mengabaikan apa yang harusnya kita lihat. Padahal kayak gitu gak bagus kan. Wah, wah, waaaaaah.


Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.

Ada dua.

1. Fedrian Arsjad (Ian) dari Restart. Simply because dia menyenangkan banget, wahai artis ibukota namun tidak sombong dan sayang keluarga. Tapi kalau ditanya kenapa aku cocok jadi pasangannya, sekarang jawabannya sih aku gak cocok sama dia. Biarin aja Ian sama Syiana, aku hanya bisa mencintai dia dari jauh aja.

2. Dilan! Kalau Milea punya Dilan tahun 1990 dan 1991, aku pengin punya Dilan tahun 2015 dan seterusnya. Mungkin banyak deh penggemar Dilan di luar sana (memang dia ini pacar semua umat), karena gimana ya, dia itu tipe bad boy tapi berakhlak mulia. Kenapa aku berpikir kita cocok (hehehe agak geli nulisnya), karena Dilan tipe humoris banget dan aku suka. Karena Dilan memberi bukti, bukan janji. Karena Dilan pemberani dan sayang orangtua. Segitu sukanya.

Pokoknya aku berdoa, ya Allah, tolong dekatkan jodohku. Laki-laki yang lucu dan menghibur seperti Dilan dan berperawakan seperti Ian dalam banyanganku, ya Allah. Aamin.


Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!

Mau cerita ending novel Catching Fire, tapi pasti udah banyak yang tahu ya. Cuma itu berkesan banget memang, “Tidak ada lagi distrik 12, Katniss.” Dan jeng jeng jeng, terima kasih infonya, Gale.

Atau cerita ending Girls in the Dark yang gak ketebak banget. Tapi jangan deh, serem.

Jadi, aku mau cerita ending novel The Infamous – Silvia Arnie aja. Ending-nya sih hero dan heroin-nya bersatu seperti cerita romance kebanyakan, happy ending. Yang bikin berkesan itu, cerita si Andriana dan Aya di akhir, dan terciptalah judul novel The Infamous. Oke, spoiler nih, dari awal Adrianna (Adri) dan Aya sahabatan, lalu kehidupan Adri berubah menyedihkan. Adri sering curhat sama Aya layaknya sahabat. Tapi kenyataannya gak gitu, they were never really friends, gitu kata Adri. Tahu siapa ya bikin Adri sedih?! YAA, si AYA! Hhhhh, pengin marah.

Jadi blurb dan judul The Infamous ini terkhususkan buat Aya, padahal dari awal tokoh utamanya adalah Adri. Intinya, yang bikin berkesan adalah aku telat menyangka kalau ceritanya bakal seperti itu dan kecohan judul dan sinopsisnya oke banget. Meski ending-nya tetep happy sih, si Aya dan Adri maafan, cuma tetep aja ya kan kaget di hampir ending.


Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?

Sebelumnya aku mau cerita (ehem) (ehem), jadi dulu itu (sekitar umuran SD atau SMP) kalau beli buku atau novel gak mikirin deh apa penerbitnya. Blurb bagus, beli. Cover bagus, beli. Judul bikin penasaran, beli. Tentu maksudnya beli-beli itu kalau lagi ada uang dan diijinkan orangtua ya.

Jadi buku GagasMedia pertama yang aku baca setelah aku tahu tentang penerbit, jawabannya adalah: Heaven on Earth – Kaka HY (2011). Kenapa pilih itu? Dulu belum kenal goodreads, jadi blurb adalah nomor satu. Yap, tentunya gara-gara blurb-nya yang menjanjikan. Selain itu, karena cover-nya cantik banget pada saat itu, sangat memikat mata dan hati (GagasMedia memang juara!). Dan tentunya karena GagasMedia, aku percaya banget waktu itu kalau GagasMedia gak akan mengecewakan. Dan, ya memang gak mengecewakan sih. Btw, novel yang aku beli ini udah cetakan keempat di tahun yang sama dengan cetakan pertama, wow!

Namun, jika diberesin lebih bener lagi koleksi buku di rumah, ternyata buku GagasMedia yang pertama aku baca adalah: Gemala dan Rumah Kayu Oak – Alif Ra’ain (2007)! Iya! Aku kaget pas tahu itu buku terbitan GagasMedia. Jadi seneng deh, hehehe. Dulu memutuskan untuk beli dan baca itu karena judulnya menjanjikan banget, buat kepala anak SD, tentu judul dengan format “(insert nama tokoh) dan (insert benda apapun di sini)”, bakal bikin penasaran. Lalu aku beli, itu pun beli di obralan, jadi tambah seneng deh, hehehe. Aku gak begitu inget sih ceritanya gimana, tapi ini cerita fantasi dan bagus kok.




Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?

Yakin deh, pasti banyak yang jawab ini.



Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara. Kan, dari judulnya aja udah rusuh minta dibaca. Pertama lihat judulnya aja di kepala bakal udah banyak tanda tanya. “Kenapa? Kok bisa? Iya, gak ya? Apa iya? Ini tentang apa sih?” dan seterusnya. Ayahku aja sampai protes kenapa aku punya buku ini, dikira ini buku cara bunuh diri gitu deh.


The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared – Jonas Jonasson. Sama kayak yang di atas, judulnya rusuh banget, mana panjang banget, bingung juga kalau ditulis di Twitter, ngabisin karakter tweet. Tapi ya, itu lah yang bikin menarik dan gampang dilirik.
Jadi intinya, judul buku yang menarik menurutku itu yang panjang kayak kereta dan rusuh bikin bertanya-tanya di kepala pengin tahu ceritanya.


Sekarang, lihat rak bukumu.. cover buku apa yang kamu suka, kenapa?

Karena disuruh lihatnya rak buku, berarti buku yang dipunya aja ya, yang hasil pinjeman gak dihitung.

Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya – Maggie Tiojakin

Time After Time – Aditia Yudis

Simple, gak ribet desain-nya. Hanya satu (atau beberapa warna) aja yang ditonjolkan, jadi lihatnya enak. Fokus judul dan nama penulisnya gak kebagi-bagi sama warnanya gitu deh. Khusus yang Time After Time, tambahan alasan, karena kalau dilihat adem, hijaunya bikin kangen, pengin makan lalapan.


Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?

Pertama, yang paling aku suka adalah romance (eh, ini mah genre?). Romance-comedy apalagi. Tapi romance yang gak cinta-cinta doang isinya. Harus ada arti hidup dan makna menikmati dunia (halah). Nah, tapi seiring perkembangan hidup dan jaman, ada kalanya bosen baca romance, lalu pilihan keduaku adalah tema keluarga dan persahabatan (yang ada romance juga sih dikit-dikit). Paling suka fatherhood gitu, makanya aku suka banget Sabtu Bersama Bapak dan Priceless Moment.

Ehem, ehem, bukan apa-apa, tapi cuma mau bilang aja, yang aku suka dari GagasMedia, kalau nerbitin buku itu bertema, jadi setelah nyicip satu buku dengan tema itu, gak bingung lagi buat nyari tema serupa. Untuk fatherhood, selain dua novel itu, masih ada Happily Ever After – Winna Efendi, tapi aku belum baca nih.

Untuk tema persahabatan, tentunya aku suka karya Enid Blyton, apalagi yang Malory Towers the Series! Terus juga suka Tomodachi – Winna Effendi atau Singapore Begins – Agata Barbara.

Ya, udah. Supaya gak OOT, intinya aku suka tema keluarga dan persahabatan. Kadang aku suka fantasi, tapi lain waktu itu gak semua fantasi cocok sama aku. Tapi aku seneng, karena dikala bingung mau baca apa, tema romance selalu ada, hahaha.


Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu kamu apa?

Walau yang ini hanya angan-angan, paling pengin ya, Enid Blyton, mau berterima kasih aja sudah menghasilkan karya luar biasa yang nemenin jaman kecil dan bikin aku sadar kalau membaca itu menyenangkan.

Ono Eriko (ini komikus sih), mau bilang, “Tolong bikin Miiko dan teman-teman versi gede atau SMA deh gak apa-apa dalam satu volume aja, tetep dengan keseruan dan kelucuan jaman kecil gitu. Terima kasih, arigatou gozaimasu.”

Buat penulis Indonesia, mau ketemu Ilana Tan dan Prisca Primasari. Aku pasti speechless nih, jadi aku cuma mau duduk di antara peserta-peserta diskusi lain, mendengarkan mereka talkshow ngomongin bukunya masing-masing dan bercerita gimana menulis mengubah hidup mereka. Terus, kalau ada sesi tanya jawab, aku mau tanya tentang gimana caranya bikin latar luar negeri tapi gak maksa, duh bagus banget sih mereka kalau bikin cerita. Lalu, kan biasanya, ada sesi tanda tangan dan foto, ya aku mau minta tanda tangan dan foto dengan senyum lebar.


Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?

Buku cetak for the waaaaay! Aku selalu bayangin, di rumahku nanti bakal ada satu ruangan dengan lemari tinggi dengan cat tembok cerah dan isinya buku-buku. Dibayanganku, kalau orang bilang ‘buku’, ya kumpulan kertas-kertas yang dibundel jadi satu, bukan file di komputer.

Aku selalu suka lihat tumpukan buku. Aku suka buka-buka halaman buku. Suka lihat foto-foto orang pamer punya banyak buku.

Sejujurnya lagi, aku jarang bisa nyelesain baca e-book. Yap, I don’t like e-book, I LOVE paperbook!


Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!


Ceria, Unstoppable, Berwarna, Inspiratif, Setia, Kekinian, Gaul, Friendly, Unforgotten, Heartbreaker, Infinite, dan Cekatan.


Well, menurutku GagasMedia merupakan penerbit buku yang paham jaman dan mengerti akan keinginan pembacanya. Kebanyakan buku yang diterbitkan GagasMedia bikin susah lupa. Dengan tema dan genre yang terus berkembang dan kreativitas kru-kru di balik layarnya itu tanpa batas banget! Makanya kadang-kadang GagasMedia bikin sakit hati karena selalu nerbitin buku bagus, padahal uang jajan ini kan gak selamanya ada terus. Eits, tapi, justru dengan itu, GagasMedia juga menginspirasi, untuk terus menabung biar dapat buku-buku yang dimau. Iya, kan?

Sekali lagi, happy birthday, GagasMedia! #TerusBergegas memberi informasi yang tanpa batas di umur yang kedua belas!

Saturday, December 27, 2014

My Reading Habit

Hai! Hai! Mau ngerasain nih gimana rasanya jawab-jawab pertanyaan macam bilbo gitu. Emang gak dapet tag dari siapa-siapa sih, pertanyaan-pertanyaannya kebetulan dapet pas lagi blog-walking ke sini dan gak sengaja, karena rasanya bakalan asik -- well, intinya ini dia kebiasaan-kebiasaan saat baca:


Do you snack while you read? If so, what is your favourite reading snack? No, I don’t. Karena saya biasanya baca buku di kasur, jadi nyemil-nyemil gitu jarang karena dilarang orang tua makan di kasur.

What is your favourite drink while reading? Em, air putih mungkin. Minum cuma kalau di tengah-tengah baca ngerasa haus aja.

Do you tend to mark your books as you read, or does the idea of writing in books horrify you? Haha, saya termasuk kategori yang pilihan kedua. Rasanya sayang kalau harus coret-coret di buku (kecuali buku pelejaran, ya!). Jadi kalau ada yang mau ditandain, biasanya pakai sticky notes atau malah dicatet halamannya di HP.

How do you keep your place while reading a book? Bookmark? Dog-ears? Laying the book flat open? Bookmark. Kecuali kalau tahu mau berhenti bacanya cuma sebentar (biasanya karena haus, laper, atau dipanggil orang tua, haha), baru deh berani nandain bukunya dengan cara dibuka terus digeletakin gitu.

Fiction, non-fiction, or both? Well, both. Saya sukai baca buku puisi dan kayaknya bakal suka baca buku-buku motivasi yang halamannya full colour dan gambar itu. Tapi ya, buku fiksi paling favorite! 

Are you a person who tends to read to the end of a chapter, or can you stop anywhere? I can stop anywhere, karena di sinilah shift tugas si bookmark diperkuat, haha.

Are you the type of person to throw a book across the room or on the floor if the author irritates you? Wah, gak separah itu sih. Walaupun sebel, saya masih sayang sama buku fisiknya, gak tega. Kalau saya lagi sebel gitu, yang kebanyakan kerja biasanya mulut bukan tangan. Nih ada gambarnya:


If you come across an unfamiliar word, do you stop and look it up right away? Enggak. Pas lagi bacanya, ditebak-tebak aja dulu artinya apa. Abis selesai bacanya, kalau keinget-inget terus, saya terus baru cari artinya. Beda lagi kalau pas saya baca, di samping ada orang lain gitu, saya biasanya langsung nanya barangkali mereka tahu.

What are you currently reading? Kalau di status goodreads sih Tomodachi by Winna Effendi sama Galila by Jessica Huwae. Tapi nyatanya, bukan buku-buku itu, abis saya update status yang itu (sekitar bulan Agustus), bukunya malah gak saya lanjut baca padahal baru beberapa halaman, mungkin nanti ya. Sekarang yang lagi bener-bener dibaca adalah: CoupL(ov)e by Rhein Fathia.

What is the last book you bought? Balada Ching-Ching by Maggie Tiojakin. Beli obralan di Togamas dengan harga 10K aja.

Are you the type of person that reads one book at a time, or can you read more than one? Dulu saya selalu berusaha selesain baca satu buku dulu baru baca yang lain. Sekarang beda, kalau lagi baca terus di tengah-tengah mood-nya kemudian ilang dan pengin ganti baca yang lain, ya saya ganti buku lain.

Do you have a favourite time or place to read? YAP! Kamar tidur pastinya, udah paling nyaman di situ. Atau tempat favourite kedua adalah kursi bus atau mobil, karena perjalanan dari sekolah ke rumah atau sebaliknya lumayan makan lama, sekitar hampir 1 jam. Yang paling harus adalah sepi, gak ada yang ngajak ngomong saya baru saya bisa konsentrasi baca deh.

Do you prefer series book or stand alones? I like both of them, asal jangan tebel-tebel aja.

Is there a specific book or author you find yourself recommending over and over? Yes! Dilan by Pidi Baiq salah satu contohnya.

How do you organize your books? (by genre, title, author’s last name, etc.) Nanti kalau udah punya rak khusus, rencananya mau disusun berdasarkan warna cover! Aaaaah, semoga cepet kesampaian! Doain ya, guys!

So, these are my reading habit. Ternyata buat beginian serunya sama kayak pas lagi baca-baca postingan orang lain ya, haha!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...