"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole
Showing posts with label wish me luck. Show all posts
Showing posts with label wish me luck. Show all posts

Thursday, January 14, 2016

20 Bookish Facts About Me YOOO!

Hai. I started love reading since I can read. Since that, I never knew read and having a bunch of books could be REALLY EXCITING. So without so much babbling (and because I don’t know what to write anymore.. hehe), here are my 20 Bookish Facts About Me:

1. I AM A SLOWREADER. I never finished a book in one sitting (except comic or magazine) and it’s kinda sad because SO MUCH BOOK IN MY TBR-list and oh why I’m reading so slowly..

2. My first ever book I buy in Gramedia Bookstore is “Franklin dan Adiknya” and it happened a looooong time ago.

3. Bookstore is always my kind of short-escape from my so called busy-student-life.

4. I never like comic (bcos I dunno from where to where I should read it!) until I found “Hai, Miiko!” back in around 2008-2009. Thanks to Ono Eriko, I like reading comic now. It’s fun!

5. Peeta Mellark will be my forever book-boyfriend! (Well, I don’t think he is that good now, but still..)

6. … When I read “The Hunger Games”, the part when Peeta is sick in a cave makes me sick too! (I think I really got into that part) HUHUHUHUHU.

7. I LOVE PHYSICAL BOOK. E-book is cheaper but my eyes hurt. :(

8. But now, since there is app called IJAKARTA, I started to read e-book too.

9. After reading some of her books, I realize Prisca Primasari is my favorite local author.

10. I love when my friend borrow a book from me.

11. I’m kinda a proud-reader when I read a book, and then years later it became a movie! (And I hope “Sabtu Bersama Bapak” and “Winter in Tokyo” movie adaption will turn out good!)

12. The scene when Mia had her heartattack in “Sunshine Becomes You” is stays in my head till now and I hope the movie not ruined my imagination (ps: planning to watch it soon).

13. “Staying Strong” book by the one and only Demi Lovato will always be my forever-wishlist. The book is expensive btw.

14. I basically read all genre of book (expect horror), but my favorite genre is romance hehehe.

15. The best time for me to read is before bedtime.

16. I’m in love-hate relationship with ‘book bazaar, discount, etc’ bcos I LOVE the discount but hate the fact I let myself falling for it. I just can’t control it.

17. My best read in 2015 was “Wonderstruck” by Brian Selznick. The book is SO AWESOME.

18. “Malory Towers” the series was my first book-series that I read. It was also the longest series that I ever read (6 books). I REALLY LIKE IT. It was so nice finished the long book-series, now I know what The Harry Potter fans feels, hehe.

19. I used to love poetry and collect some poetry books. (but I still adore Lang Leav, Aan Mansyur, and Adimas Immanuel’s poetry tho).

20. I don't write in my books. The only marks I love to have in my book is the author's sign or note for me.

YEP. That’s it. What about your 20 bookish facts?



Share it too and join #20BookishFactsAboutMeGA by @niafajriyani! Read the details here.

Saturday, July 11, 2015

Hujan Bulan Juni dan Lebaran Bulan Juli

Hujan bulan Juni, lebaran bulan Juli.
Di antara bulan-bulan itulah 10 jari tanganku kembali menari.
Rasanya sudah sekian lama sampai aku menulis kembali.
Di Ms. Word dalam laptop yang secepatnya harus diganti.
Namun aku sadar kadang yang belum terlalu rusak, jangan terlalu cepat dikhianati.
Karena, masalahnya, laptop ini penuh dengan tumpahan asa dan privasi.
Ah, begitukah caraku menikmati akhir bulan Juni?

Ngomong-ngomong, ini sudah bulan Juli.
Lebaran di depan mata, tapi ada saja yang menganjal hati.
Mama sudah mulai membuat kue kering dan parsel untuk diberi.
Sedangkan sudah beberapa tahun ini aku sadar, baju baru bukan lagi hal yang penting untuk dibeli.
Tinggal beberapa hari lagi untuk bertemu sanak saudara di hari raya tahun ini.
Lebaran bulan Juli.

Hujan di bulan Juni, seperti puisi karya Pak Sapardi.
Aku mengingat beberapa bulan lalu menjelang UN, kuhapal puisi ini.
Agar tahu makna dan kucoba untuk menginterpretasi.
Namun, ternyata puisinya tidak keluar di soal yang ku cintai.
Aku bohong soal mencintai.
Ah, rasanya sudah lama UN berlalu dan sekarang aku jadi pengangguran sendiri.

Kadang aku berpikir, bagaimana caranya tetap tersenyum saat hati tertusuk peniti?
Aku ingin tetap tabah seperti hujan bulan Juni.
Dan berbahagia mengingat lebaran ada di bulan Juli.




Tuhan memang punya penuh rencana yang mengiringi.
Misalnya dengan menggandakan kebahagiaan para manusia menjelang bulan yang berbahagia ini.
Hujan selalu penuh dengan misteri.
Lebaran penuh dengan opor dan ketupat serta sesekali kembang api untuk selebrasi.
Atau dengan menghadirikan kenyataan bahwa kita bisa bertemu keluarga jauh setahun sekali.
Semuanya diciptakan untuk membuat kita berseri.
Agar dunia damai terkendali.

Terima kasih hujan bulan Juni, kamu telah mengajari.
Bahwa ada keindahan setelah tumpahan air itu merembes ke tanah yang digali.
Atau juga jika kita mau lebih mencermati.
Indahnya berkumpul dengan keluarga di lebaran bulan Juli.

Oh, rasanya tulisan ini harus kusudahi.
Intinya ialah, sudah sekian lama semenjak aku menulis kembali.
Sedikit menumpahkan curahan hati.
Namun tetap penuh dengan bahagia karena hujan di bulan Juni.
Dan lebaran yang tahun ini ada di bulan Juli.
Karena begitulah yang diajarkan sang Ilahi.
Berbahagia dengan berbagi.
Maka cahaya akan mengisi sanubari.


Curahan hati seorang calon istri.
Calon istri masa depan maksudnya, lima sampai sembilan tahun lagi.
Di sebuah kota tempat nikahnya anak Pak Jokowi, 8 Juli.

Friday, July 3, 2015

Dua Belas Tahun #TerusBergegas dan Bermain Bersama Gagas

Hallo!


Gak kerasa ya. Rasanya baru kemarin aja nungguin seharian timeline Twitter gara-gara #11TanpaBatas-nya GagasMedia. Eh, sekarang udah #TerusBergegas aja. Happy birthday, GagasMedia!

WELL, YANG BIKIN TAMBAH MENYENANGKAN ADALAH:

KADO UNTUK BLOGGER HADIR LAGI!

YEEEEEEAAH!

Anyway, GagasMedia memang baik. Mereka yang ulang tahun, mereka yang kasih hadiah ke kita. Syaratnya cukup jawab 12 pertanyaan aja. Asik banget kan, kayak jawabin bulbo jaman Friendster gitu.



Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Berkesan itu bisa kesan baik dan buruk ya. Cuma untuk menyebarkan hal-hal baik selama Ramadhan (ehem), so here are my list of 12 books (in no particular order) with good impression that is SO GOOD and unforgettable.

1. Restart – Nina Ardianti
2. Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 – Pidi Baiq
3. Sunshine Becomes You – Ilana Tan
4. Catching Fire – Suzane Collins
5. Girls in the Dark – Akiyoshi Rikako
6. CoupL(ov)e – Rhein Fathia
7. Looking for Alaska – John Green
8. Daun Muda – Melody Violine
9. Ã‰clair – Prisca Primasari
10. Mere Matkadevi (dan 123 karakter lainnya) – Tulus Ciptadi Akib
11. Sabtu Bersama Bapak – Adithia Mulya
12. The Infamous – Silvia Arnie

P.S: Sengaja satu penulis, satu judul. Ternyata susah yang milih 12. Yang berkesan ada banyak nih.

P.S.S: Nah, karena saking berkesannya, kemungkinan judul-judul buku di atas akan banyak muncul di pertanyaan berikutnya.


Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?

BANYAK, HEHEHEHEHE, gak sih. Baca Sabtu Bersama Bapak nangis, baca Priceless Moment – Prisca Primasari juga nangis. Baca Chronicles of Audy: 4R – Orizuka, ada satu part yang bikin nangis. Terus, baca Sunshine Becomes You sama Looking for Alaska juga sempet nangis. Yap, segitu emosionalnya ya.

Tapi, ada satu buku yang bikin nangis banget sampai pas re-read kedua pun tetep nangis juga. Yaitu: Waktu Aku Sama Mika – Indi


Gak tau juga kenapa kok nangis segitunya. Mungkin karena kayak lagi baca diary seseorang (memang ini diary-nya kak Indi sih) dan Mika kan nyata. Kisahnya nyata dan dikemas menyenangkan. Bahasanya kayak kita banget kalau nulis diary, lincah, jujur, polos gitu, jadi aja nangis sesengukan. Nah, yang bikin heran, pas baca bukunya nangis, tapi pas nonton film-nya gak nangis deh. Mungkin kalau sekarang re-read lagi, gak akan nangis, duh, hehehe, bukan gak akan nangis sih, tapi gak mau nangis lagi.


Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?

From The Not So Amazing Life of @aMrazing – Alexander Thian, page 116.

“Padahal, menilai orang dari kulit luar sebenarnya kan jahat. Kita nggak memberi kesempatanke diri kita untuk mengenal lebih jauh. Kita cuma melihat apa yang ingin kita lihat, bukan melihat apa yang seharusnya kita lihat. Kita lupa, beauty is only skin deep.”
Ngena banget ya? First impression itu perlu, tapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya cara menilai orang lain. Kita kan belum tahu kulit dalam orang itu kayak apa. Kebanyakan dari kita, lebih seringnya memang Cuma mau melihat apa yang pengin kita lihat aja, terus mengabaikan apa yang harusnya kita lihat. Padahal kayak gitu gak bagus kan. Wah, wah, waaaaaah.


Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.

Ada dua.

1. Fedrian Arsjad (Ian) dari Restart. Simply because dia menyenangkan banget, wahai artis ibukota namun tidak sombong dan sayang keluarga. Tapi kalau ditanya kenapa aku cocok jadi pasangannya, sekarang jawabannya sih aku gak cocok sama dia. Biarin aja Ian sama Syiana, aku hanya bisa mencintai dia dari jauh aja.

2. Dilan! Kalau Milea punya Dilan tahun 1990 dan 1991, aku pengin punya Dilan tahun 2015 dan seterusnya. Mungkin banyak deh penggemar Dilan di luar sana (memang dia ini pacar semua umat), karena gimana ya, dia itu tipe bad boy tapi berakhlak mulia. Kenapa aku berpikir kita cocok (hehehe agak geli nulisnya), karena Dilan tipe humoris banget dan aku suka. Karena Dilan memberi bukti, bukan janji. Karena Dilan pemberani dan sayang orangtua. Segitu sukanya.

Pokoknya aku berdoa, ya Allah, tolong dekatkan jodohku. Laki-laki yang lucu dan menghibur seperti Dilan dan berperawakan seperti Ian dalam banyanganku, ya Allah. Aamin.


Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!

Mau cerita ending novel Catching Fire, tapi pasti udah banyak yang tahu ya. Cuma itu berkesan banget memang, “Tidak ada lagi distrik 12, Katniss.” Dan jeng jeng jeng, terima kasih infonya, Gale.

Atau cerita ending Girls in the Dark yang gak ketebak banget. Tapi jangan deh, serem.

Jadi, aku mau cerita ending novel The Infamous – Silvia Arnie aja. Ending-nya sih hero dan heroin-nya bersatu seperti cerita romance kebanyakan, happy ending. Yang bikin berkesan itu, cerita si Andriana dan Aya di akhir, dan terciptalah judul novel The Infamous. Oke, spoiler nih, dari awal Adrianna (Adri) dan Aya sahabatan, lalu kehidupan Adri berubah menyedihkan. Adri sering curhat sama Aya layaknya sahabat. Tapi kenyataannya gak gitu, they were never really friends, gitu kata Adri. Tahu siapa ya bikin Adri sedih?! YAA, si AYA! Hhhhh, pengin marah.

Jadi blurb dan judul The Infamous ini terkhususkan buat Aya, padahal dari awal tokoh utamanya adalah Adri. Intinya, yang bikin berkesan adalah aku telat menyangka kalau ceritanya bakal seperti itu dan kecohan judul dan sinopsisnya oke banget. Meski ending-nya tetep happy sih, si Aya dan Adri maafan, cuma tetep aja ya kan kaget di hampir ending.


Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?

Sebelumnya aku mau cerita (ehem) (ehem), jadi dulu itu (sekitar umuran SD atau SMP) kalau beli buku atau novel gak mikirin deh apa penerbitnya. Blurb bagus, beli. Cover bagus, beli. Judul bikin penasaran, beli. Tentu maksudnya beli-beli itu kalau lagi ada uang dan diijinkan orangtua ya.

Jadi buku GagasMedia pertama yang aku baca setelah aku tahu tentang penerbit, jawabannya adalah: Heaven on Earth – Kaka HY (2011). Kenapa pilih itu? Dulu belum kenal goodreads, jadi blurb adalah nomor satu. Yap, tentunya gara-gara blurb-nya yang menjanjikan. Selain itu, karena cover-nya cantik banget pada saat itu, sangat memikat mata dan hati (GagasMedia memang juara!). Dan tentunya karena GagasMedia, aku percaya banget waktu itu kalau GagasMedia gak akan mengecewakan. Dan, ya memang gak mengecewakan sih. Btw, novel yang aku beli ini udah cetakan keempat di tahun yang sama dengan cetakan pertama, wow!

Namun, jika diberesin lebih bener lagi koleksi buku di rumah, ternyata buku GagasMedia yang pertama aku baca adalah: Gemala dan Rumah Kayu Oak – Alif Ra’ain (2007)! Iya! Aku kaget pas tahu itu buku terbitan GagasMedia. Jadi seneng deh, hehehe. Dulu memutuskan untuk beli dan baca itu karena judulnya menjanjikan banget, buat kepala anak SD, tentu judul dengan format “(insert nama tokoh) dan (insert benda apapun di sini)”, bakal bikin penasaran. Lalu aku beli, itu pun beli di obralan, jadi tambah seneng deh, hehehe. Aku gak begitu inget sih ceritanya gimana, tapi ini cerita fantasi dan bagus kok.




Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?

Yakin deh, pasti banyak yang jawab ini.



Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara. Kan, dari judulnya aja udah rusuh minta dibaca. Pertama lihat judulnya aja di kepala bakal udah banyak tanda tanya. “Kenapa? Kok bisa? Iya, gak ya? Apa iya? Ini tentang apa sih?” dan seterusnya. Ayahku aja sampai protes kenapa aku punya buku ini, dikira ini buku cara bunuh diri gitu deh.


The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared – Jonas Jonasson. Sama kayak yang di atas, judulnya rusuh banget, mana panjang banget, bingung juga kalau ditulis di Twitter, ngabisin karakter tweet. Tapi ya, itu lah yang bikin menarik dan gampang dilirik.
Jadi intinya, judul buku yang menarik menurutku itu yang panjang kayak kereta dan rusuh bikin bertanya-tanya di kepala pengin tahu ceritanya.


Sekarang, lihat rak bukumu.. cover buku apa yang kamu suka, kenapa?

Karena disuruh lihatnya rak buku, berarti buku yang dipunya aja ya, yang hasil pinjeman gak dihitung.

Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya – Maggie Tiojakin

Time After Time – Aditia Yudis

Simple, gak ribet desain-nya. Hanya satu (atau beberapa warna) aja yang ditonjolkan, jadi lihatnya enak. Fokus judul dan nama penulisnya gak kebagi-bagi sama warnanya gitu deh. Khusus yang Time After Time, tambahan alasan, karena kalau dilihat adem, hijaunya bikin kangen, pengin makan lalapan.


Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?

Pertama, yang paling aku suka adalah romance (eh, ini mah genre?). Romance-comedy apalagi. Tapi romance yang gak cinta-cinta doang isinya. Harus ada arti hidup dan makna menikmati dunia (halah). Nah, tapi seiring perkembangan hidup dan jaman, ada kalanya bosen baca romance, lalu pilihan keduaku adalah tema keluarga dan persahabatan (yang ada romance juga sih dikit-dikit). Paling suka fatherhood gitu, makanya aku suka banget Sabtu Bersama Bapak dan Priceless Moment.

Ehem, ehem, bukan apa-apa, tapi cuma mau bilang aja, yang aku suka dari GagasMedia, kalau nerbitin buku itu bertema, jadi setelah nyicip satu buku dengan tema itu, gak bingung lagi buat nyari tema serupa. Untuk fatherhood, selain dua novel itu, masih ada Happily Ever After – Winna Efendi, tapi aku belum baca nih.

Untuk tema persahabatan, tentunya aku suka karya Enid Blyton, apalagi yang Malory Towers the Series! Terus juga suka Tomodachi – Winna Effendi atau Singapore Begins – Agata Barbara.

Ya, udah. Supaya gak OOT, intinya aku suka tema keluarga dan persahabatan. Kadang aku suka fantasi, tapi lain waktu itu gak semua fantasi cocok sama aku. Tapi aku seneng, karena dikala bingung mau baca apa, tema romance selalu ada, hahaha.


Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu kamu apa?

Walau yang ini hanya angan-angan, paling pengin ya, Enid Blyton, mau berterima kasih aja sudah menghasilkan karya luar biasa yang nemenin jaman kecil dan bikin aku sadar kalau membaca itu menyenangkan.

Ono Eriko (ini komikus sih), mau bilang, “Tolong bikin Miiko dan teman-teman versi gede atau SMA deh gak apa-apa dalam satu volume aja, tetep dengan keseruan dan kelucuan jaman kecil gitu. Terima kasih, arigatou gozaimasu.”

Buat penulis Indonesia, mau ketemu Ilana Tan dan Prisca Primasari. Aku pasti speechless nih, jadi aku cuma mau duduk di antara peserta-peserta diskusi lain, mendengarkan mereka talkshow ngomongin bukunya masing-masing dan bercerita gimana menulis mengubah hidup mereka. Terus, kalau ada sesi tanya jawab, aku mau tanya tentang gimana caranya bikin latar luar negeri tapi gak maksa, duh bagus banget sih mereka kalau bikin cerita. Lalu, kan biasanya, ada sesi tanda tangan dan foto, ya aku mau minta tanda tangan dan foto dengan senyum lebar.


Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?

Buku cetak for the waaaaay! Aku selalu bayangin, di rumahku nanti bakal ada satu ruangan dengan lemari tinggi dengan cat tembok cerah dan isinya buku-buku. Dibayanganku, kalau orang bilang ‘buku’, ya kumpulan kertas-kertas yang dibundel jadi satu, bukan file di komputer.

Aku selalu suka lihat tumpukan buku. Aku suka buka-buka halaman buku. Suka lihat foto-foto orang pamer punya banyak buku.

Sejujurnya lagi, aku jarang bisa nyelesain baca e-book. Yap, I don’t like e-book, I LOVE paperbook!


Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!


Ceria, Unstoppable, Berwarna, Inspiratif, Setia, Kekinian, Gaul, Friendly, Unforgotten, Heartbreaker, Infinite, dan Cekatan.


Well, menurutku GagasMedia merupakan penerbit buku yang paham jaman dan mengerti akan keinginan pembacanya. Kebanyakan buku yang diterbitkan GagasMedia bikin susah lupa. Dengan tema dan genre yang terus berkembang dan kreativitas kru-kru di balik layarnya itu tanpa batas banget! Makanya kadang-kadang GagasMedia bikin sakit hati karena selalu nerbitin buku bagus, padahal uang jajan ini kan gak selamanya ada terus. Eits, tapi, justru dengan itu, GagasMedia juga menginspirasi, untuk terus menabung biar dapat buku-buku yang dimau. Iya, kan?

Sekali lagi, happy birthday, GagasMedia! #TerusBergegas memberi informasi yang tanpa batas di umur yang kedua belas!

Thursday, June 18, 2015

Kismet


Judul: Kismet
Penulis: Nina Addison
ISBN: 978-602-03-1487-7
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Dini Novita Sari & Harriska Adiati
Tebal: 296 halaman
Cetakan pertama, 2015.

Blurb:
kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada. 
Konsep itu menggelikan bagi Alisya.  
Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? 
Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih? 
Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

Kismet atau takdir membawa Alisya pergi ke New York untuk menggejar cita-cita dan passion-nya. Lagi-lagi karena takdir, Alisya yang memang sedang bingung mencari apartemen murah untuk ditinggalinya bertemu dengan Cia, seorang gadis pemberani yang menolongnya dari gangguan laki-laki nakal dan kemudian bersedia berbagi tempat tinggal. Long story short, mereka berdua kemudian menjadi sahabat. Meski agak bermasalah di awal, Cia tahu bahwa Alisya punya banyak kesamaan dengannya. Cia lah yang memperkenalkan teori kismet kepada Alisya, yang sebenarnya dia anggap agak tidak masuk akal. Sama-sama orang Indonesia, sama-sama kabur dari keluarga, lalu tidak disangka-sangka mempunyai tanggal lahir yang hanya beda satu hari. Atas usul aneh Cia, mereka kemudian mempunyai tradisi untuk merayakan ulang tahun masing-masing dengan cara berbuat suatu kebaikan. Lewat tradisi itu pula lah Alisya kemudian bertemu dengan Mr. Gajah. Dalang yang membuat Alisya harus memilih, sahabat atau cinta.

Hubungan Alisya dan Mr. Gajah terbilang cukup singkat. Berawal dari Alisya yang meminta Mr. Gajah menceritakan masalahnya (untuk memenuhi tradisi kebaikan di hari ulang tahun Alisya). Mr. Gajah yang sama-sama keturunan orang Indonesia pun terbujuk dan mulai menceritakan masalah yang menimpa adik dan keluarganya. Singkat cerita, Mr. Gajah ingin Alisya bertemu dengan adiknya, namun hari itu tidak pernah ada karena Mr. Gajah tidak menepati janjinya dengan Alisya.

Persahabatan Cia dan Alisya berjalan baik sampai akhirnya Cia mendapat masalah dan mengharuskan untuk pulang ke Indonesia dan meninggalkan New York. Lima tahun kemudian, Alisya yang perlahan tapi pasti sudah mulai menghidupi passion-nya diminta Cia untuk mengunjunginya di Indonesia. Di situlah Alisya bertemu Raka. Perasaan aneh muncul ketika mereka pertama kali bertemu, belum juga masalah bahwa ternyata Cia menyukai Raka. Dari sini lah kemudian misteri-misteri kehidupan Alisya terkuak satu persatu terpilin dan menghasilkan takdir dan sebelumnya Alisya tidak pernah kira. Dari sini juga teori kismet mulai terasa tidak lagi menggelikan.

Kismet bukanlah novel yang menghadirkan konsep cerita baru. Maksudnya, udah banyak deh novel yang pakai takdir sebagai pemersatu jalan cerita. Tapi entah kenapa, Kismet disuguhkan sangat menyenangkan untuk dibaca. Gimana ya? Walaupun di novel ini bikin tambah kerasa banget dunia itu sempit, dimana kalau kita ketemu banyak banget kebetulan di novel lain bakal bikin kita sebel, di Kismet kebetulan-kebetulan itulah yang menyatukan cerita dan gak bikin sebel sama sekali malah bikin gak bisa berhenti baca.

Dari awal, rasanya membaca Kismet ini kayak lagi ngobrol sama Alisya deh. Fun, tapi ada sedih-sedihannya juga. Ya, jadi kayak si Alisya nih curhat sama kita si pembaca tentang apa yang terjadi dalam hidupnya selama 10 tahun terakhir. Makanya agak aneh waktu di bagaian akhir POV ganti ke Ethan (adiknya Alisya) dan Raka, walau gak banyak jadi gak terlalu ganggu. Eh, yang tapi ganggu juga sih (lah), soalnya kayak temen kita lagi curhat terus tiba-tiba diinterupsi gitu.

Alur ceritanya pas dan tertata, gak lambat juga gak cepet. Saya suka gimana Mbak Nina menggambarkan Raka gak selalu sempurna, tapi dia ada jeleknya juga. Terus jalinan hubungan Cia dan Alisya kerasa banget dari yang belum terlalu kenal sampai kenal banget, walau ya di akhir porsi Cia agak kurang. Oh iya, dan saya juga suka gimana Mbak Nina menghadirikan murni Bahasa Inggris di percakapan yang memang berbahasa Inggris. Bahasa Inggris-nya gampang dipahami kok, jadi gak bikin bingung. Lalu penempatan ilustrasi yang gak di semua bab, justru bikin tambah suka, kayak bonus yang gak terkira-kira gitu.

Adegan-adegan yang saya suka di Kismet selain yang udah dijelaskan di sini buat ikut kuis #KismetGoodieBag (semoga menang!), juga ada di halaman 191, ketika Raka ngomong sama Alisya gini:

“Aku juga punya perasaan. You can’t expect me to love Cia, just because you don’t have the courage to be honest to your friend, not to mention yourself. Cia akan tahu, cepat atau lambat. She is not stupid.”
Nah! Kadang cewek-cewek sahabatan yang lagi suka sama cowok yang sama nih suka pada ribut sendiri terus ngelupain perasaan cowoknya. Kan ada saking sayangnya sama sahabatnya terus dia minta si cowok buat milih sahabatnya aja, padahal kan ya si cowok juga berhak milih. Ya, gimana ya. Hidup memang pelik.

Sayangnya, walaupun enjoy banget baca novel ini, ada kekurangannya juga. Yaitu latar New York yang kayaknya kurang ditampilkan secara detail. Terus juga pas Alisya belajar membatik untuk dipakainya di desain baju dia, kan cuma diceritain proses dia belajarnya, padahal saya juga pengin tahu lalu gimana dia mengaplikasikan pada desain bajunya. Yang kurang lagi, tokoh-tokoh di dalamnya belum ada yang bikin jatuh cinta. Agak susah ya suka sama Alisya dan Raka, gak tau kenapa. Tadinya suka sama Cia, cuma di pertengahan sampai akhir dia kayak jarang muncul lagi gitu. Dan maunya sih Hope dikasih bagian yang agak banyak juga ngomongnya, yang lucu-lucu gitu atau gimana misalnya. Ethan lumayan potensial sih, tapi ya belum jadi favorite. Nah, kalau sama Mr. Gajah, saya tadinya suka beneran, tapi ya kok… (gak dilanjut, takut spoiler).

Yang agak janggal menurut saya, di awal bab ditulis “Musim gugur, delapan tahun lalu.” Terus di halaman 121, ceritanya persahabatan Alisya dan Cia udah lima tahun dan dikabarkan Cia melahirkan saat ini. Nah, lalu setelah halaman itu latar waktu jadi beberapa minggu lalu, yang berarti kehitungnya sudah 8 tahun bersahabat. Tapi kok, ini ulang tahun anaknya Cia yang kelima? Berarti harusnya terhitung setelah melahirkan udah 10 tahun dong sahabatannya bukan 8 tahun? Ahahahaha, bingung sendiri. Mungkin karena saya melewatkan detail dan salah ngitung atau gimana, tapi hal ini gak akan ganggu cerita sih. Cuma ganggu saya yang bingung sendiri aja.

Intinya sih novel ini bagus, worth to read banget. Buat yang penasaran ya baca aja, gak perlu ragu. Apalagi kalau ada diskon 30% di toko buku, hahahaha. 3 bintang deh!

Life may bring you wrong turns, but destiny will take you there.

Monday, June 15, 2015

Favorite Scene from Kismet

Do you believe in Kismet? Yes, I do!

Kebetulan lagi ada diskon 30% dari toko buku dan kebetulan ada giveaway #KismetGoodieBag. Oh, tunggu, ini bukan kebetulan, ini kismet.


This is my favorite scene from Kismet:
Halaman 112-113. Waktu Alisya kasih tanggapan dia tentang aborsi. Di sini Alisya tuh kayak bener banget dan narasi dia nancep banget.

“Setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap bentuk dari konsekuensi dan tanggung jawabnya.”

“Banyak orang terjebak ilusi bahwa mereka bisa atau bahkan berhak untuk mengoreksi pandangan orang lain. Padahal apa yang harus dikoreksi jika definisi benar dan salah sendiri berbeda bagi setiap orang.”

Sebenarnya bukan hanya tentang aborsi (dan saya juga bukan mau ngomentarin tentang aborsinya), tapi berbagai hal. Sekarang kadang terlalu banyak manusia yang ngurusin hidup orang lain dan asal menilai tanpa tahu ada apa di balik tindakan yang orang tersebut lakukan. Alasan atau pengalaman apa dibalik keputusan yang dibuat. Bisanya hanya nge-judge. Padahal, sama kayak apa kata Alisya, definisi benar dan salah setiap orang itu berbeda lho. Di sisi lain, semua orang ingin dihargai tindakannya, namun sedikit dari mereka yang menghargai tindakan orang lain.

Di sini, Aliysa menghormati keputusan Cia dan berdoa yang terbaik untuknya. That’s what friends are for, right?

PS: 199 words. Diikutkan dalam event #KismetGoodieBag. Review will be available soon.

Wednesday, February 25, 2015

Wishful Wednesday #5

Hai! Happy Wednesday!
Senangnya pulang sekolah dengan perasaan tau kalau besok libur! Ahahaha!


Sebelumnya, mau cerita dulu kalau salah satu buku dari Wishful Wednesday yang lalu-lalu akhirnya terwujud. Yey, buku Let It Snow terbeli karena kebetulan ada Solo Great Sale dan toko bukunya diskon 20%, lumayan deh. Sekarang jadi semangat lagi ikutan meme ini, bisa dibilang membantu banget sih buat meluruskan niatan beli bukunya yang bener-bener pengin aja alias yang masuk Wishful Wednesday ini.

Kebetulan, minggu ini meme Wishful Wednesday ulang tahun yang ke-3, wuhu! Selamat ulang tahun, WW! Sukses terus Mbak Astrid! Kebetulannya lagi, di minggu ini ada giveaway-nya lho. Wah, pokoknya hari ini saya bahagia banget deh.

Anyway, langsung aja ya. Berawal dari liat linimasa Twitter dan nemu poster ini:


I was like: 
LILY COLLINS SAMA SAM CLAFLIN MAIN FILM BARENG!
OOOOO! EEEEE! AAAAA! UUUU!

Suka aktingnya Lily Collins di Snow White dan jatuh cinta sama Sam Claflin dari Catching Fire, dan yoho sekarang mereka main film bareng! (Btw, posternya enak dipandang banget).

Lalu termenung (ahaha) lihat tulisan di paling atas, Cecelia Ahern dan P.S. I Love You kayaknya gak asing. Oh iya, itu film yang gak dibolehin nonton sama kakak gara-gara sedih banget katanya (tapi kapan-kapan nonton ah). Sehabis itu, langsung searching dan baca-baca goodreads terus baca review-review book blogger lain tentang bukunya, Where Rainbows End.

Jadi, Wishful Wednesday minggu ini jatuh pada:



Where Rainbows Ends - Di Ujung Pelangi
by Cecelia Ahern

Blurb:
Mulai dari anak-anak nakal sampai menjelma remaja pemberontak, Rosie dan Alex selalu bersama. Sayangnya, di tengah-tengah serunya masa remaja, mereka harus berpisah. Alex dan keluarganya pindah ke Amerika. 
Rosie benar-benar tersesat tanpa Alex. Namun, pada malam sebelum dia berangkat untuk bersama kembali dengan Alex, Rosie mendapat kabar yang akan mengubah hidupnya selamanya, dan menahannya di tanah kelahirannya, Irlandia. 
Meski demikian, ikatan batin mereka terbukti sanggup melewati suka-duka kehidupan masing-masing. Tetapi, keduanya tidak siap menghadapi perubahan lain yang terjadi di antara mereka: Cinta.

Alhamdulillah udah diterjemahin sama Gramedia (bisa dibeli di: bukabuku). Lanjut ceritanya, kenapa pengin banget? Alasan utamanya sih karena pengin baca bukunya dulu sebelum nonton film-nya. Rasanya udah lama gak ngerasain nonton film yang bukunya udah dibaca. Alasan lain, premis ceritanya menarik. Ya, walaupun bukan mengangkat cerita baru. Lagian banyak yang review bilang ceritanya gak mengecewakan juga.

Jadi inget, waktu itu di Gramedia sempet liat novel ini terus tertarik dengan cover-nya (tapi kalaupun nanti Gramedia cetak ulang novel ini dengan cover poster film, saya gak keberatan). Mungkin dari hari itu udah pertanda kali ya, haha. Dan semoga jodoh deh sama novel ini.

Sekian!
Sekali lagi, terima kasih Mbak Astrid, sukses terus! Happy 3rd Anniversary, Wishful Wednesday!

Buat kamu yang mau ikutan juga, ayo mumpung sekalian ada giveaway-nya. Lihat ketentuan dan cara-caranya dengan cara cek, cek: perpuskecil.

Wednesday, February 4, 2015

Freebies The 13th: Love Is In The Air


Hey, ho! Love is in the air!
February is indeed the month of love!
And the month of try-out, try-out, tasks, tasks, deadline, deadline!

Well, since I'm bad for making a prolog. So, here's my poem for Freebies the 13th. Sorry for any grammatical errors, shame shame shame.

If I have a thousand ways to knock
I only want you to lock
Our love can’t be broke
You know my heart is fragile as an artwork
The Infamous and empty space that now you book

Luckily the Restart button works like it used to back then
Now it’s time for you to say “Let Me Kiss You” once again
So my Beautiful Sorrow will happily fade like the unbroken line

Let’s ride and share and hide
Our Dirty Little Secret that we keep in a jar inside your home ground 
with some good Interlude you play in second round

Yes, that’s my Lullabies
Become real once I realize
A big book you call balance
And I call it the best doorprize
On A Journey of happy tears in cries


Book title credit:
The Infamous by Silvia Arnie
Restart by Nina Ardianti
Let Me Kiss You by Christina Juzwar
Beautiful Sorrow by Pia Devina
Dirty Little Secret by aliaZalea
Interlude by Windhry Ramadhina
Lullabies by Lang Leav
On A Journey by Desi Puspitasari

Anyway, happy wedding anniversary for @KilasBuku's owner. Thank you for the giveaway. Wish me luck, hehe.

PS one: Picture credit to my one and only Tumblr - the best thing I never knew I needed.
PS two: Let's join it! I love reading a poem!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...