"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole
Showing posts with label wishful wednesday. Show all posts
Showing posts with label wishful wednesday. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Wishful Wednesday #7: Surprise


The book that I've been waiting for.
Now it's come and surprise me!

DILAN BAGIAN KEDUA
Dia adalah Dilanku Tahun 1991

WHOOOOAH


Bisa dibeli di: bukabuku

Blurb:

“Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.”
—Milea
“Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama.”
—Dilan

Alasannya apa kok mau banget? Ya, ini Dilan-nya Pidi Baiq gitu. Kisah pacar idaman akhirnya diterusin sama penulisnya.

Saya gak nyangka secepet ini. Lama sih sebenernya dari buku yang pertama. Tapi saya kira mungkin terbitnya masih sekitar akhir Juli, tapi.. tapi.. tapi.. awal Juli udah terbit!

YAAASH!

Seneng sih, cuma timing-nya kok ya pas setelah saya baru borong buku, jadi untuk Dilan 2 ini harus direm dulu, mungkin setelah lebaran. Tapi kalau ada yang mau beliin sekarang juga boleh sih (ehm) (siapa hayo) (gak ada sih kayaknya) (yaudah), soalnya ada TTD like whaaaaat. Pidi Baiq gitu lho mau banget kan.

Tapi saya percaya, kalau rezeki gak akan kemana.

Pokoknya Dilan, tunggu saya jemput kamu ya! Bye, bye!

Join WIshful Wednesday too, here.

Wednesday, March 11, 2015

Wishful Wednesday #6: New Release

Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan, wishlist berganti wishlist.


Untuk minggu ini, ada dua buku yang lagi gencar banget dipromosiin masing-masing penerbitnya karena emang mau rilis. Rilis resminya baru akhir bulan atau bulan depan, cuma dari sekarang sudah dibuka pre-order-nya dan saya di sini sendirian, baru cuma bisa berharap punya aja karena memutuskan buat gak ikut pre-order. Walau sedih juga sih, tapi ya sudah. Ada barang lain yang harus dibeli soalnya, hihi. So, here are my wishlist in this week:

In A Blue Moon - Ilana Tan


Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rilis: 6 April 2015
Bisa pre-order di: bukabuku

MY. FAVORITE. AUTHOR. RELEASING. A. NEW. BOOK.
Semenjak bertahun-tahun kena book-hangover dari kelima buku terdahulunya, rasanya kangen buat baca karyanya. Udah lama berharap Ilana Tan buat nerbitin novel lagi, dan harapan saya terjawab tahun ini. Penasaran aja apakah di novel ini bisa bikin saya jatuh cinta sama kayak waktu saya jatuh cinta ke Danny Jo atau Alex (walaupun saya menyadari dia cowok yang nyebeliiiin abis). Semoga yang di Sunshine Becomes You ada cameo di novel ini ya, mengingat latar ceritanya sama-sama di NY.

Buku kedua:

To All The Boys I've Loved Before - Jenny Han


Penerbit: Spring
Rilis: 20 Maret 2015
Bisa pre-order di: bukabuku

Buku yang sempet rame dibelantika ke-goodreads-an ini akhirnya diterjemahkan sama Penerbit Spring! Surprise! Dengan cover yang sama dengan versi aslinya pula! Tertarik sama bukunya udah lama, cuma dulu sebelum diterjemahin belum ada niatan punya. Premisnya menarik deh dan banyak orang yang suka sama buku ini. Penasaraaan banget sama kisahnya si Lara ini.

Sengaja dikasih link PO, biar kalau ada yang mau beliin, gak bingung mau beli dimana (hahaha!). Semoga ada 'peta' yang bisa menuntun 2 buku itu jalan ke rumah saya. Walau entah itu kapan. Hahaha, udah ah, lanjutin belajar Fisika dulu aja deh. Bye, bye!

Happy Wednesday!

Btw, check perpuskecil buat yang mau ikutan nge-share wishlist-nya juga.

Wednesday, February 25, 2015

Wishful Wednesday #5

Hai! Happy Wednesday!
Senangnya pulang sekolah dengan perasaan tau kalau besok libur! Ahahaha!


Sebelumnya, mau cerita dulu kalau salah satu buku dari Wishful Wednesday yang lalu-lalu akhirnya terwujud. Yey, buku Let It Snow terbeli karena kebetulan ada Solo Great Sale dan toko bukunya diskon 20%, lumayan deh. Sekarang jadi semangat lagi ikutan meme ini, bisa dibilang membantu banget sih buat meluruskan niatan beli bukunya yang bener-bener pengin aja alias yang masuk Wishful Wednesday ini.

Kebetulan, minggu ini meme Wishful Wednesday ulang tahun yang ke-3, wuhu! Selamat ulang tahun, WW! Sukses terus Mbak Astrid! Kebetulannya lagi, di minggu ini ada giveaway-nya lho. Wah, pokoknya hari ini saya bahagia banget deh.

Anyway, langsung aja ya. Berawal dari liat linimasa Twitter dan nemu poster ini:


I was like: 
LILY COLLINS SAMA SAM CLAFLIN MAIN FILM BARENG!
OOOOO! EEEEE! AAAAA! UUUU!

Suka aktingnya Lily Collins di Snow White dan jatuh cinta sama Sam Claflin dari Catching Fire, dan yoho sekarang mereka main film bareng! (Btw, posternya enak dipandang banget).

Lalu termenung (ahaha) lihat tulisan di paling atas, Cecelia Ahern dan P.S. I Love You kayaknya gak asing. Oh iya, itu film yang gak dibolehin nonton sama kakak gara-gara sedih banget katanya (tapi kapan-kapan nonton ah). Sehabis itu, langsung searching dan baca-baca goodreads terus baca review-review book blogger lain tentang bukunya, Where Rainbows End.

Jadi, Wishful Wednesday minggu ini jatuh pada:



Where Rainbows Ends - Di Ujung Pelangi
by Cecelia Ahern

Blurb:
Mulai dari anak-anak nakal sampai menjelma remaja pemberontak, Rosie dan Alex selalu bersama. Sayangnya, di tengah-tengah serunya masa remaja, mereka harus berpisah. Alex dan keluarganya pindah ke Amerika. 
Rosie benar-benar tersesat tanpa Alex. Namun, pada malam sebelum dia berangkat untuk bersama kembali dengan Alex, Rosie mendapat kabar yang akan mengubah hidupnya selamanya, dan menahannya di tanah kelahirannya, Irlandia. 
Meski demikian, ikatan batin mereka terbukti sanggup melewati suka-duka kehidupan masing-masing. Tetapi, keduanya tidak siap menghadapi perubahan lain yang terjadi di antara mereka: Cinta.

Alhamdulillah udah diterjemahin sama Gramedia (bisa dibeli di: bukabuku). Lanjut ceritanya, kenapa pengin banget? Alasan utamanya sih karena pengin baca bukunya dulu sebelum nonton film-nya. Rasanya udah lama gak ngerasain nonton film yang bukunya udah dibaca. Alasan lain, premis ceritanya menarik. Ya, walaupun bukan mengangkat cerita baru. Lagian banyak yang review bilang ceritanya gak mengecewakan juga.

Jadi inget, waktu itu di Gramedia sempet liat novel ini terus tertarik dengan cover-nya (tapi kalaupun nanti Gramedia cetak ulang novel ini dengan cover poster film, saya gak keberatan). Mungkin dari hari itu udah pertanda kali ya, haha. Dan semoga jodoh deh sama novel ini.

Sekian!
Sekali lagi, terima kasih Mbak Astrid, sukses terus! Happy 3rd Anniversary, Wishful Wednesday!

Buat kamu yang mau ikutan juga, ayo mumpung sekalian ada giveaway-nya. Lihat ketentuan dan cara-caranya dengan cara cek, cek: perpuskecil.

Wednesday, January 28, 2015

Wishful Wednesday #4: My All Time Wishlist!

Here's come the sun, do do do do!
Since it's Wednesday again, let's make a wish!


Wishlist ke-empat kali ini jatuh pada buku yang paling pengin banget punya udah dari lama tapi gak pernah kesampaian karena keduluan beli buku yang lain! Aaaaaaaaak!

Staying Strong: 365 Days A Year by Demi Lovato!


Blurb:
Demi Lovato wakes up each morning and affirms her commitment to herself—to her health, her happiness, her being. Those commitments are the bedrock of her recovery and her work helping other young people dealing with the issues she lives with every single day.  
Demi is a platinum-selling recording artist whose latest album—DEMI—is already a smash hit. She’s about to embark on her second season as a judge on X-Factor, and just launched The Lovato Treatment Scholarship Program. And she is an outspoken advocate for young people everywhere.  
Demi is also a young woman finding her way in the world. She has dealt deftly with her struggles in the face of public scrutiny, and she has always relied, not just on friends and family, but daily affirmations of her self-worth and value. Affirmations that steady her days and strengthen her resolve.  
Those affirmations have grown into STAYING STRONG, a powerful 365-day collection of Demi’s most powerful, honest, and hopeful insights. Each day will provide the readers with a quote, a personal reflection and a goal.  
These are Demi’s words. Words she lives by and shares with the people she loves and total strangers alike. They are a powerful testament to a young woman standing up and fighting back.
Kenapa coba saya pengin banget? Karena Demi Lovato ini bisa dibilang salah satu role model saya dari jaman SMP dulu waktu Camp Rock keluar (anak Disney abis!). Kenapa dia bisa jadi role model saya? Karena selain suaranya bagus, cerita kehidupannya juga menginspirasi saya. Well, walaupun saya udah tau sih buku ini bakal berisi quote-quote disertai tulisan singkat Demi selama 365 hari, saya tetep pengin banget. Dari dalam lubuk hati (halah) saya sendiri, sebenernya saya juga udah tau ini buku pasti cocoknya buat fans-fans Demi aja. Ya, karena sebagai Lovatics (saya sendiri bingung, saya ini Lovatics apa bukan), saya rasa saya cocok sama buku ini! (Tetooot, pengulangan banyak kata saya!)

Intinya: Saya. Pengin. Banget. Punya. Yang. Hardcover. Karena. Emang. Adanya. Cuma. Yang. Hardcover. Tapi. Kenapa. Mahal. Banget. Huhuhu. Semoga. Suatu. Saat. Kesampaian.

Bye! Bye! Buat yang mau ikutan nge-share wishlist-nya, ayok! Bisa liat cara dan ketentuannya di sini.

Wednesday, January 7, 2015

Wishful Wednesday #3

Happy Wednesday! Hari Rabu waktunya posting wishlist di Wishful Wednesday!

http://perpuskecil.wordpress.com/2014/12/24/wishful-wednesday-139-christmas-giveaway/

New year, new hope! Untuk Rabu kali ini saya pengin banget buku ini:

Wonderstruck by Brian Selznick!

Bisa didapat di: bukabuku


Pengin banget buku ini berawal dari liat di toko buku, first impression-nya: Wah, tebel banget! Ternyata pas di buka-buka sekilas, tebel karena ada banyak ilustrasinya. Saya belum pernah baca buku Brian Selznick sebelumnya, cuma saya pernah nonton film-nya - The Invention Of Hugo Cabret itu dan suka! (apalagi karena ada Chloe Moretz-nya, haha). Jadi saya tambah penasaran gimana sih kalau baca bukunya. Tema ceritanya yang fantasi terus ada cerita yang berhubungan tentang orang tua, bikin saya makin penasaran. Sampai rumah, coba googling-googling resensi orang lain dan goodreads, kebanyakan bilang bagus dan penulisnya nulis dengan riset yang mendalam katanya. Duh kan, gimana gak tambah mau kalau gitu. Semoga kesampain, amin!

Buat yang mau ikutan Wishful Wednesday juga, klik klik klik!

Wednesday, December 31, 2014

Wishful Wednesday #2: John Green

Selamat hari Rabu! Selamat hari terakhir di tahun 2014!

Wah, besok udah ganti tahun aja dan ternyata ini baru Wishful Wednesday di blog ini yang kedua kalinya. Ya, blog ini memang jarang update gara-gara bulan November dan Desember kemarin banyak banget tugas sekolah dan ulangan-ulangan, terus juga koneksi internet di rumah akhirnya diputuskan untuk dicabut, sedih banget deh. Agak nyesel minggu kemarin gak ikut Wishful Wednesday - tapi gak apa-apa, Mbak Astrid masih buka kesempatan buat ikut Wishful Wednesday ber-giveaway-nya hari ini. Buat yang mau ikut juga, klik aja gambar di bawah atau klik ini dan ikutin cara-caranya, okay?

http://perpuskecil.wordpress.com/2014/12/24/wishful-wednesday-139-christmas-giveaway/

Oke, buat edisi kedua dan sangat spesial bertepatan dengan akhir tahun ini, Wishful Wednesday saya jatuh pada buku, jeng-jeng-jeng!

Let It Snow (Dalam Derai Salju) by John Green, Maureen Johnshon, dan Lauren Myracle

dapat dibeli di: bukabuku

Blurb:
Badai salju pada malam Natal ternyata bisa mengubah kota kecil menjadi tempat yang romantis. 
Siapa kira jalan kaki di tengah cuaca dingin dan basah akibat kereta api mogok dapat berakhir dengan ciuman mesra dari kenalan baru yang menawan. Juga perjalanan menembus tumpukan salju menuju Waffle House ternyata dapat menimbulkan cinta pada teman lama. Dan cinta sejati ternyata bisa datang berkat giliran kerja pagi buta di Starbucks. 
Tiga kisah romantis karya tiga penulis bestseller ini –– John Green, Maureen Johnson, dan Lauren Myracle –– membuat kita percaya pada cinta sejati.
Kan suasananya lagi dapet banget tuh, berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru, Let It Snow berisi 3 cerita cinta yang ditulis 3 penulis yang berbeda. Yap, sebenernya saya tertarik karena ada nama John Green-nya. Saya sengaja belum baca banyak-banyak review orang lain tentang buku ini, cuma entah kenapa saya yakin buku ini pasti menyuguhkan cerita-cerita romantis yang bikin mupeng. Apalagi kalau punya buku ini, saya juga berkesempatan baca tulisan dari 2 penulis lainnya selain John Green, jadi kayak paket hemat. Blurb di belakang bukunya juga sukses bikin saya penasaran. Mungkin cerita yang disampaikan kayaknya simpel, tapi ngena gitu kali ya. Pokoknya pengin banget deh!

Eits, ada 1 lagi!

An Abundance of Katherine: Tentang Katherine by John Green


dapat dibeli di: bukabuku

Blurb:
Katherine V menganggap cowok menjijikkan. Katherine X hanya ingin berteman. Katherine XVIII memutuskan Colin lewat email. 
Kalau soal pacar, ternyata tipe yang disukai Colin Singleton adalah cewek-cewek bernama Katherine. 
Dan kalau soal Katherine, Colin selalu jadi yang tercampak. Setelah diputuskan Katherine XIX, cowok genius yang hobi mengotak-atik anagram ini mengadakan perjalanan panjang bersama teman baiknya. Colin ingin membuktikan teori matematika karyanya, supaya dapat memprediksi hubungan asmara apa pun, menolong para Tercampak, dan akhirnya mendapatkan cinta sang gadis.

"Sangat seru, menantang, dan amat menghibur." — Kirkus; Starred review

Well, saya tertarik baca ini selain karena John Green dan cover terjemahannya bagus, juga karena tema cerita yang disuguhkan unik! Ada gitu cowok yang kalau punya pacar selalu bernama sama, kan kayaknya bakal lucu, haha. Saya jadi penasaran banget apa aja yang bakal terjadi dengan si Colin Singleton (namanya aja udah 'single', gimana gak tercampakan) dengan Katherine-Katherine-nya. Apalagi setelah saya baca Looking for Alaska, gaya nulisnya John Green itu menggelitik. Semoga aja ekspektasi saya gak ketinggian ya.

Iya, Wishful Wednesday ini spesial karya-karyanya John Green. Karena ini Wishful Wednesday yang kedua, jadi buku yang saya wishlist-in juga ada 2! Btw, John Green emang pinter banget nulis ya kayaknya. Saya sendiri baru baca yang Looking for Alaska dan ketagihan! Nanti berencana mau pinjem temen yang The Fault in Our Stars (saya udah nonton tapi belum baca nih) dan kalau beruntung bisa dapetin 2 buku di atas, bakal langsung saya baca juga! Harus punya banget pokoknya, haha! Abis itu baru deh nabung lagi buat beli yang Paper Towns.

Sekian. 
Oiya, happy new year, everyone!

Wednesday, October 29, 2014

Wishful Wednesday #1


Hari Rabu!


Dan akhirnya memutuskan untuk ikutan meme ini (terima kasih untuk host-nya, Mbak Astrid, hehe). Hitung-hitung buat nambah jumlah postingan dan asik-asikan mengutarakan wishlist tiap hari Rabu. Karena wishlist jangan buat berandai-andai aja, tapi coba diatur agar bisa diwujudkan (apa ini?).

Wishful Wednesday pertama ini harus spesial. Ada 4 buku dan keempatnya berkaitan.

Seri 4 Wartawan Lifestyle karya Syahmedi Dean! 



1. EDNASTORIA atau Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion

EDNASTORIA (Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion) adalah refleksi dari sisi hidup wartawan-wartawan lifestyle. Mereka berada dalam profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai kondisi sosial metropolis. Mereka berinteraksi dengan orang-orang “gila brand”, social climber, fashion society, ingin jadi model terkenal, intrik agen-agen model, kaum metroseksual, dan orang-orang yang tulus di tengah sekelompok hedonis. Mereka menanggapi kehidupan dengan kritis dan investigatif. 
Keempatnya adalah Alif, Raisa, Didi, dan Nisa. Salah satu dari mereka, Alif, menyimpan affair dengan seorang staf. Ia menemukan tantangan yang menyenangkan dengan affair ini. Sebagai penulis dengan jam terbang yang tinggi, Alif juga memiliki penggemar gelap yang tak diketahui jenis kelaminnya. Alif menjaga eksistensi penggemarnya ini karena ternyata ia banyak memberikan ide dan kritikan yang memicu cara berpikir Alif jadi semakin kritis. Alif juga berusaha mengorbitkan seorang model pemula yang latar belakang hidupnya misterius.
2.  J'ADORE atau Jakarta - Paris via French Kiss

Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, berlari di jalur-jalur underground Metro di Paris, terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London, terpelintir antara memori dan kenyataan di gedung-gedung tua di Milan, teraduk gelombang fashion dunia di show Christian Dior, Chanel, Fendi, Max Mara, Prada, dan Paul Smith. Padahal kaki mereka terikat di Jakarta. Mereka adalah: 
Alif: Siapa saya ini? Seorang tamak cinta yang mendambakan freedom, dua sisi yang bertolak belakang. Yang pertama butuh komitmen dan perasaan, yang kedua butuh keberanian dan ketidakpedulian. God. Bagaimana harus menggabungkan keduanya? Saya tak mau hanya salah satu. 
Raisa: Elu bikin gue sangat kecanduan, pingin terus-terusan ketemu. Gue pikir, friends become lovers? Why not? I’m good enough for him, he’s always nice to me, what ‘s more? I will move first… ladies first 
Didi: Gue juga maunya hanya french kiss, dia juga gitu. “Hari begene kok sesama lelaki pacaran, too old fashioned,” katanya begitu. Lagi pula kalau dipikir-pikir, sesama lelaki pacaran, life goal-nya apa? 
Nisa: Sandwich? Hah. Selain roti, sandwich adalah semacam istilah untuk satu sex activity yang melibatkan tiga orang, dua sebagai roti, satu sebagai daging atau selada untuk yang vegetarian. Pasti ada yang tidak benar dari kode gerak bibir Gavin ke Oliver. Pasti mereka punya hidden agenda.

3. BOHEMIA atau Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta

Bagaimana bisa kebal dan fearless, terutama ketika kehilangan pekerjaan di dunia fashion yang glamor? Bisa. Kan ada a bullshit thing called LOVE. Tapi hidup tidak hanya berurusan dengan empat huruf itu, ada gengsi, ada harapan yang kosong dan yang isi, ada masalah perut, ada persahabatan, dan ada masalah “hati” dalam persahabatan, eew! Empat sahabat sedang teraduk-aduk isi lemarinya, profesinya, dan eksistensinya. Ini dia orang-orangnya: 
Alif:
Saya melangkah, menendang kerikil kecil, di bawah terik matahari jam dua belas. Ternyata harga diri saya cuma sejajar dengan landasan kerikil. Tak tahu mau kerja apa lagi untuk hidup. Saya memandang pakaian yang saya pakai, ini pakaian yang sudah menguras kartu kredit saya, pakaian yang membuat saya merasa dalam level lifestyle yang cool. Kemeja putih Helmut Lang, celana Diesel, sneakers merah-hitam Gucci. Ah, tapi mereka tak bisa menolong. Oh God. I am so insignificant. I am unnecessary. I am nothing, and I can’t even kill myself. 
Raisa:
Rasanya tidak semua film mengandung scene yang Anda maksud! Mungkin bisa kita lihat film The Sound of Music, Cut Nyak Dien, The Color of Purple, Home Alone. Film-film ini legendaris, pemainnya pun tak terlupakan. Mereka tidak mengumbar sensualitas. Mungkin dengan diberlakukannya RUU akan memicu lahirnya film-film seperti itu. Pembuat film akan memprioritaskan konflik dan kekuatan cerita sebagai daya tarik. O God, what have I done? 
Didi:
Bokap gue takut anaknya pada terjerumus ke pergaulan bebas. Dia lihat anak-anak temennya pada udah ngebuntingin anak gadis orang, pada kawin lari, dan macem-macemlah. Menurut Bokap, nggak perlu pacaran-pacaran, bakal bikin masalah. Pandangan Bokap ini bagus banget, untuk menghindari perbuatan-perbuatan sex before marriage. Then I’m saved by this condition. Ngerti? 
Nisa:
Damn. Kalau pria mengucapkan “I love you” tiga kali dalam satu detik, itu sama saja omong kosong, sama seperti kegembiraan anak kecil yang diberi tiga permen warna-warni. Nisa mengumpat kecil dalam hati. He’s over excited. Kenapa pria gampang sekali mengucapkan “I love you”? Ini sama saja dengan penipuan.

4. MONSOON atau Apa Maksud Setuang Air Teh

Siapa yang menggerakkan skenario perjalanan hidup? Sebuah kota? Profesi? Alam pikiran? Atau cinta? Empat sahabat mencari-cari keriaan hari ini dengan mengejar cinta dan mempertanyakan masa lalu. Mereka berprofesi sebagai wartawan, berkesempatan mendirikan sebuah majalah, kesibukan urban yang membawa mereka ke ujian persahabatan, penemuan jati diri, dan dilema tepi-tepi hidup. 
Alif:
Mata saya tajam terbuka, merasakan dengan nyata kosmik energi, merasakan kuatnya medan magnet yang terjadi. Pelan-pelan ada cairan lain yang naik ke saraf-saraf otak, rasa gusar, kesal, marah. Apakah kosmik energi penyebab rusaknya kehidupan cinta saya? 
Raisa:
Ia tak pernah tahu bahwa seharusnya, jika berada dalam rapat apa pun di dunia ini, sangat berlaku hukum “You are what you said.” Nah, kalau tak pandai berkelit, pakailah aliran “Silence is golden”. Sehingga jati diri tidak perlu terasa seperti akan lumer ke lantai, merosot ke kaki-kaki meja, dan secara politis habis diinjak-injak forum. 
Didi:
Kota Jakarta ini apa masih layak huni? Ngeri banget Jakarta sekarang. Kalau nanti gue terkenal karena jadi creative director sukses, apakah gue bakal aman? Gue harus berjuang dari kemungkinan penembakan seperti itu. Kemungkinan pembunuhan, penggarongan, kemacetan, kebanjiran, penipuan, penggusuran, rombongan kampanye, massa sepak bola, fashion criminals, Chanel limited edition, Louis Vuitton new arrival, Gucci piracy, dress code betrayal… 
Nisa:
Itu suara Alif. Azan. Komat. Ah, anakku. Mama belum sempat lihat kamu. Bagaimana rupamu? Bagaimana hidungmu? Bagaimana senyummu? Kamu pasti aman di situ, ada Oom Alif, teman Mama yang paling peduli pada Mama. Kamu pasti senang dengar suara azan Oom Alif. Mama jadi rindu, tapi Mama belum bisa lihat kamu. Mama seperti terbang. Mama hanya bisa merasakan getaran jiwamu yang bening dan bersih.

Yap, dari dulu banget udah pengin buku ini tapi selalu gak kesampaian beli karena tergiur beli novel yang lainnya. Padahal rencananya mau sekalian beli keempatnya biar bisa dapat boxset sekalian. Kenapa mau banget? Pertama karena lihat covernya dan jalan cerita yang kayaknya unik. Sampai-sampai dulu pertama tertarik, rencananya mau patungan sama teman buat beli satu-satu. Tapi kalau dipikir-pikir gak enak deh patungan dan saling minjem kalau formatnya boxset kayak gini, lebih nyaman punya lengkap sendiri. Semoga suatu saat kesampaian deh.

Mau ikutan Wishful Wednesday juga? Silahkan lihat cara-caranya di Book to Share atau klik gambar di atas. Mari saling berkunjung!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...