"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole

Saturday, December 27, 2014

My Reading Habit

Hai! Hai! Mau ngerasain nih gimana rasanya jawab-jawab pertanyaan macam bilbo gitu. Emang gak dapet tag dari siapa-siapa sih, pertanyaan-pertanyaannya kebetulan dapet pas lagi blog-walking ke sini dan gak sengaja, karena rasanya bakalan asik -- well, intinya ini dia kebiasaan-kebiasaan saat baca:


Do you snack while you read? If so, what is your favourite reading snack? No, I don’t. Karena saya biasanya baca buku di kasur, jadi nyemil-nyemil gitu jarang karena dilarang orang tua makan di kasur.

What is your favourite drink while reading? Em, air putih mungkin. Minum cuma kalau di tengah-tengah baca ngerasa haus aja.

Do you tend to mark your books as you read, or does the idea of writing in books horrify you? Haha, saya termasuk kategori yang pilihan kedua. Rasanya sayang kalau harus coret-coret di buku (kecuali buku pelejaran, ya!). Jadi kalau ada yang mau ditandain, biasanya pakai sticky notes atau malah dicatet halamannya di HP.

How do you keep your place while reading a book? Bookmark? Dog-ears? Laying the book flat open? Bookmark. Kecuali kalau tahu mau berhenti bacanya cuma sebentar (biasanya karena haus, laper, atau dipanggil orang tua, haha), baru deh berani nandain bukunya dengan cara dibuka terus digeletakin gitu.

Fiction, non-fiction, or both? Well, both. Saya sukai baca buku puisi dan kayaknya bakal suka baca buku-buku motivasi yang halamannya full colour dan gambar itu. Tapi ya, buku fiksi paling favorite! 

Are you a person who tends to read to the end of a chapter, or can you stop anywhere? I can stop anywhere, karena di sinilah shift tugas si bookmark diperkuat, haha.

Are you the type of person to throw a book across the room or on the floor if the author irritates you? Wah, gak separah itu sih. Walaupun sebel, saya masih sayang sama buku fisiknya, gak tega. Kalau saya lagi sebel gitu, yang kebanyakan kerja biasanya mulut bukan tangan. Nih ada gambarnya:


If you come across an unfamiliar word, do you stop and look it up right away? Enggak. Pas lagi bacanya, ditebak-tebak aja dulu artinya apa. Abis selesai bacanya, kalau keinget-inget terus, saya terus baru cari artinya. Beda lagi kalau pas saya baca, di samping ada orang lain gitu, saya biasanya langsung nanya barangkali mereka tahu.

What are you currently reading? Kalau di status goodreads sih Tomodachi by Winna Effendi sama Galila by Jessica Huwae. Tapi nyatanya, bukan buku-buku itu, abis saya update status yang itu (sekitar bulan Agustus), bukunya malah gak saya lanjut baca padahal baru beberapa halaman, mungkin nanti ya. Sekarang yang lagi bener-bener dibaca adalah: CoupL(ov)e by Rhein Fathia.

What is the last book you bought? Balada Ching-Ching by Maggie Tiojakin. Beli obralan di Togamas dengan harga 10K aja.

Are you the type of person that reads one book at a time, or can you read more than one? Dulu saya selalu berusaha selesain baca satu buku dulu baru baca yang lain. Sekarang beda, kalau lagi baca terus di tengah-tengah mood-nya kemudian ilang dan pengin ganti baca yang lain, ya saya ganti buku lain.

Do you have a favourite time or place to read? YAP! Kamar tidur pastinya, udah paling nyaman di situ. Atau tempat favourite kedua adalah kursi bus atau mobil, karena perjalanan dari sekolah ke rumah atau sebaliknya lumayan makan lama, sekitar hampir 1 jam. Yang paling harus adalah sepi, gak ada yang ngajak ngomong saya baru saya bisa konsentrasi baca deh.

Do you prefer series book or stand alones? I like both of them, asal jangan tebel-tebel aja.

Is there a specific book or author you find yourself recommending over and over? Yes! Dilan by Pidi Baiq salah satu contohnya.

How do you organize your books? (by genre, title, author’s last name, etc.) Nanti kalau udah punya rak khusus, rencananya mau disusun berdasarkan warna cover! Aaaaah, semoga cepet kesampaian! Doain ya, guys!

So, these are my reading habit. Ternyata buat beginian serunya sama kayak pas lagi baca-baca postingan orang lain ya, haha!

French Pink



Judul: French Pink
Penulis: Prisca Primasari
ISBN: 978-602-251-687-3
Penerbit: PT Grasindo
Editor: Anin Patrajuangga
Desain sampul & ilustrasi: Nisa Nafisah dan Riva Marino
Penata isi: Yusuf Pramono
Tebal: 74 halaman
Cetakan pertama, 2014.

Blurb:
Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna-warni, Hitomi tiba-tiba bertemu pria aneh yang mengungkit-ungkit tentang kematian.

Siapa sebenarnya pria itu? Dan... lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?

Ck. Sungguh. Pria itu benar-benar merepotkan Hitomi.

Hitomi tidak sama lagi. Hidup dan hari-harinya menghitam dan kelam, hidup enggan dan matipun mau deh kalau bisa, padahal dahulu ialah yang paling semangat menyarankan bermacam-macam warna pada masyarakat sekitar.  Distrik Jiyugaoka tidak sama lagi bagi Hitomi. Sampai pada akhirnya ia bertemu pria aneh bernama Hane – serba hitam dan berbicara tentang kematian, lalu malah merepotkan Hitomi, padahal mereka tidak saling mengenal. Apakah dia shinigami – dewa kematian?

Yap, cerita singkat Hitomi dan Hane berhasil dituliskan dengan apik oleh Mbak Prisca. Diramu dalam 74 halaman novella, kita diajak menyelami kehidupan dan masa lalu Hitomi yang akan teruak dalam beberapa hari. Saya suka, meski duh iya, pengin lebih panjang lagi, haha! Membaca French Pink ini bikin penasaran. Jujur, awalnya saya kurang suka sama sifat-sifat tokohnya, tapi kemudian saya tersihir buat masuk ke cerita, dan begitu selesai baca halaman terakhir, saya masih harus bengong dulu buat percaya kalau ceritanya udah abis.

Walaupun banyak pertanyaan di tengah-tengah baca, “Kok bisa? Kok bisa?” dan di akhir belum terjawab, tapi saya putuskan buat gak mikirin itu lama-lama deh, nikmatin aja ceritanya sampai akhir. Bonus juga, abis baca buku ini kita bisa dapet pengetahuan gimana sih warna French Pink, English Lavender, dan warna-warna lainnya. Awalnya emang gak kebayang sih, tapi well, at least, abis baca pasti langsung penasaran pengin googling kan?

Penggambaran Distrik Jiyugaoka di dalam buku juga sukses bikin saya membayangkan dan eh, pas baca posting TasteTwice tentang Mbak Prisca yang bercerita tentang distrik ini terus ada fotonya, tempat yang saya bayangkan akibat penggambaran novel lumayan mirip sama aslinya, berarti kan Mbak Prisca berhasil menransfernya. 

Oh iya, buku ini diterbitkan hardcover (btw, cover-nya cantik banget!), reaksi pertama saya tahu kalau ini hardcover tapi harganya gak sampai 50 ribu adalah: WAIIIIIT – MURAH BANGET? HARUS BELI! (walau ternyata murah karena tipis), dan alhamdulillah, dapet kesempatan beli pas Togamas lagi diskon 30%. Di dalam bukunya ada beberapa gambar ilustrasi sederhana bikin tambah suka, tapi ada tujuan lain buat nambahin jumlah halaman biar gak tipis-tipis banget kayaknya ya, hehe? Sayangnya, kok gak ada bookmark-nya ya? Sama di sub-bab terakhir – sub-bab “7. Life”, ketulisnya masih sub-bab “6. Life”.

Ini buku kedua Mbak Prisca yang saya baca setelah Éclair, dan woooho, saya mau banget baca karya-karyanya yang lain!
4 of 5 stars.

Wednesday, October 29, 2014

Wishful Wednesday #1


Hari Rabu!


Dan akhirnya memutuskan untuk ikutan meme ini (terima kasih untuk host-nya, Mbak Astrid, hehe). Hitung-hitung buat nambah jumlah postingan dan asik-asikan mengutarakan wishlist tiap hari Rabu. Karena wishlist jangan buat berandai-andai aja, tapi coba diatur agar bisa diwujudkan (apa ini?).

Wishful Wednesday pertama ini harus spesial. Ada 4 buku dan keempatnya berkaitan.

Seri 4 Wartawan Lifestyle karya Syahmedi Dean! 



1. EDNASTORIA atau Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion

EDNASTORIA (Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion) adalah refleksi dari sisi hidup wartawan-wartawan lifestyle. Mereka berada dalam profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai kondisi sosial metropolis. Mereka berinteraksi dengan orang-orang “gila brand”, social climber, fashion society, ingin jadi model terkenal, intrik agen-agen model, kaum metroseksual, dan orang-orang yang tulus di tengah sekelompok hedonis. Mereka menanggapi kehidupan dengan kritis dan investigatif. 
Keempatnya adalah Alif, Raisa, Didi, dan Nisa. Salah satu dari mereka, Alif, menyimpan affair dengan seorang staf. Ia menemukan tantangan yang menyenangkan dengan affair ini. Sebagai penulis dengan jam terbang yang tinggi, Alif juga memiliki penggemar gelap yang tak diketahui jenis kelaminnya. Alif menjaga eksistensi penggemarnya ini karena ternyata ia banyak memberikan ide dan kritikan yang memicu cara berpikir Alif jadi semakin kritis. Alif juga berusaha mengorbitkan seorang model pemula yang latar belakang hidupnya misterius.
2.  J'ADORE atau Jakarta - Paris via French Kiss

Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, berlari di jalur-jalur underground Metro di Paris, terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London, terpelintir antara memori dan kenyataan di gedung-gedung tua di Milan, teraduk gelombang fashion dunia di show Christian Dior, Chanel, Fendi, Max Mara, Prada, dan Paul Smith. Padahal kaki mereka terikat di Jakarta. Mereka adalah: 
Alif: Siapa saya ini? Seorang tamak cinta yang mendambakan freedom, dua sisi yang bertolak belakang. Yang pertama butuh komitmen dan perasaan, yang kedua butuh keberanian dan ketidakpedulian. God. Bagaimana harus menggabungkan keduanya? Saya tak mau hanya salah satu. 
Raisa: Elu bikin gue sangat kecanduan, pingin terus-terusan ketemu. Gue pikir, friends become lovers? Why not? I’m good enough for him, he’s always nice to me, what ‘s more? I will move first… ladies first 
Didi: Gue juga maunya hanya french kiss, dia juga gitu. “Hari begene kok sesama lelaki pacaran, too old fashioned,” katanya begitu. Lagi pula kalau dipikir-pikir, sesama lelaki pacaran, life goal-nya apa? 
Nisa: Sandwich? Hah. Selain roti, sandwich adalah semacam istilah untuk satu sex activity yang melibatkan tiga orang, dua sebagai roti, satu sebagai daging atau selada untuk yang vegetarian. Pasti ada yang tidak benar dari kode gerak bibir Gavin ke Oliver. Pasti mereka punya hidden agenda.

3. BOHEMIA atau Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta

Bagaimana bisa kebal dan fearless, terutama ketika kehilangan pekerjaan di dunia fashion yang glamor? Bisa. Kan ada a bullshit thing called LOVE. Tapi hidup tidak hanya berurusan dengan empat huruf itu, ada gengsi, ada harapan yang kosong dan yang isi, ada masalah perut, ada persahabatan, dan ada masalah “hati” dalam persahabatan, eew! Empat sahabat sedang teraduk-aduk isi lemarinya, profesinya, dan eksistensinya. Ini dia orang-orangnya: 
Alif:
Saya melangkah, menendang kerikil kecil, di bawah terik matahari jam dua belas. Ternyata harga diri saya cuma sejajar dengan landasan kerikil. Tak tahu mau kerja apa lagi untuk hidup. Saya memandang pakaian yang saya pakai, ini pakaian yang sudah menguras kartu kredit saya, pakaian yang membuat saya merasa dalam level lifestyle yang cool. Kemeja putih Helmut Lang, celana Diesel, sneakers merah-hitam Gucci. Ah, tapi mereka tak bisa menolong. Oh God. I am so insignificant. I am unnecessary. I am nothing, and I can’t even kill myself. 
Raisa:
Rasanya tidak semua film mengandung scene yang Anda maksud! Mungkin bisa kita lihat film The Sound of Music, Cut Nyak Dien, The Color of Purple, Home Alone. Film-film ini legendaris, pemainnya pun tak terlupakan. Mereka tidak mengumbar sensualitas. Mungkin dengan diberlakukannya RUU akan memicu lahirnya film-film seperti itu. Pembuat film akan memprioritaskan konflik dan kekuatan cerita sebagai daya tarik. O God, what have I done? 
Didi:
Bokap gue takut anaknya pada terjerumus ke pergaulan bebas. Dia lihat anak-anak temennya pada udah ngebuntingin anak gadis orang, pada kawin lari, dan macem-macemlah. Menurut Bokap, nggak perlu pacaran-pacaran, bakal bikin masalah. Pandangan Bokap ini bagus banget, untuk menghindari perbuatan-perbuatan sex before marriage. Then I’m saved by this condition. Ngerti? 
Nisa:
Damn. Kalau pria mengucapkan “I love you” tiga kali dalam satu detik, itu sama saja omong kosong, sama seperti kegembiraan anak kecil yang diberi tiga permen warna-warni. Nisa mengumpat kecil dalam hati. He’s over excited. Kenapa pria gampang sekali mengucapkan “I love you”? Ini sama saja dengan penipuan.

4. MONSOON atau Apa Maksud Setuang Air Teh

Siapa yang menggerakkan skenario perjalanan hidup? Sebuah kota? Profesi? Alam pikiran? Atau cinta? Empat sahabat mencari-cari keriaan hari ini dengan mengejar cinta dan mempertanyakan masa lalu. Mereka berprofesi sebagai wartawan, berkesempatan mendirikan sebuah majalah, kesibukan urban yang membawa mereka ke ujian persahabatan, penemuan jati diri, dan dilema tepi-tepi hidup. 
Alif:
Mata saya tajam terbuka, merasakan dengan nyata kosmik energi, merasakan kuatnya medan magnet yang terjadi. Pelan-pelan ada cairan lain yang naik ke saraf-saraf otak, rasa gusar, kesal, marah. Apakah kosmik energi penyebab rusaknya kehidupan cinta saya? 
Raisa:
Ia tak pernah tahu bahwa seharusnya, jika berada dalam rapat apa pun di dunia ini, sangat berlaku hukum “You are what you said.” Nah, kalau tak pandai berkelit, pakailah aliran “Silence is golden”. Sehingga jati diri tidak perlu terasa seperti akan lumer ke lantai, merosot ke kaki-kaki meja, dan secara politis habis diinjak-injak forum. 
Didi:
Kota Jakarta ini apa masih layak huni? Ngeri banget Jakarta sekarang. Kalau nanti gue terkenal karena jadi creative director sukses, apakah gue bakal aman? Gue harus berjuang dari kemungkinan penembakan seperti itu. Kemungkinan pembunuhan, penggarongan, kemacetan, kebanjiran, penipuan, penggusuran, rombongan kampanye, massa sepak bola, fashion criminals, Chanel limited edition, Louis Vuitton new arrival, Gucci piracy, dress code betrayal… 
Nisa:
Itu suara Alif. Azan. Komat. Ah, anakku. Mama belum sempat lihat kamu. Bagaimana rupamu? Bagaimana hidungmu? Bagaimana senyummu? Kamu pasti aman di situ, ada Oom Alif, teman Mama yang paling peduli pada Mama. Kamu pasti senang dengar suara azan Oom Alif. Mama jadi rindu, tapi Mama belum bisa lihat kamu. Mama seperti terbang. Mama hanya bisa merasakan getaran jiwamu yang bening dan bersih.

Yap, dari dulu banget udah pengin buku ini tapi selalu gak kesampaian beli karena tergiur beli novel yang lainnya. Padahal rencananya mau sekalian beli keempatnya biar bisa dapat boxset sekalian. Kenapa mau banget? Pertama karena lihat covernya dan jalan cerita yang kayaknya unik. Sampai-sampai dulu pertama tertarik, rencananya mau patungan sama teman buat beli satu-satu. Tapi kalau dipikir-pikir gak enak deh patungan dan saling minjem kalau formatnya boxset kayak gini, lebih nyaman punya lengkap sendiri. Semoga suatu saat kesampaian deh.

Mau ikutan Wishful Wednesday juga? Silahkan lihat cara-caranya di Book to Share atau klik gambar di atas. Mari saling berkunjung!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...