"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole
Showing posts with label comic reading challenge. Show all posts
Showing posts with label comic reading challenge. Show all posts

Thursday, January 7, 2016

All The 2015 Wrap Up

Sorry for being late.
AND SORRY FOR MESSING UP ALL THE CHALLENGE.
Sebenernya malu mau post postingan ini. Hehehehehehe. But I write it anyway (shameless!).

1. 2015 Joglosemar Babat Timbunan (FAILED!)



I just can’t control myself everytime I see a place full of books and all the discount (apalagi sejak pindah ke Jakarta).
I.
Just.
Can’t.
WHYYYY.

2. Comic Reading Challenge 2015 (FAILED!)



I read and re-read a bunch of comics this year, but I failed at making review. I only make 4 reviews, what a shame.

3. Receh Untuk Buku 2015 (SUCCEED!)


Update it soon! (Maybe...)

4. Project Baca Buku Cetak (SUCCEED!)



I lost count at how many books I read this year, but I think all the books are physical book tho.

5. New Authors Reading Challenge 2015 (Kinda SUCCEED!)



I choose the easy one, right? 1-15 books. I succeed reading around 18 books (or more?) but I failed at the special challenge.

6. Goodreads Challenge (Kinda SUCCEED!)

Ok. Ok. Kayaknya sih sukses karena banyak buku yang aku baca gak aku masukin ke goodreads. Tapi iya, kok, sukses kok yang ini.

7. One Coin One Star (FAILED!)



Awalnya, excited banget sama challenge ini, biar sekalian nabung. Tapi karena sibuk banget pindahan bulan September (dan sibuk juga sebelumnya itunya), banyak buku yang dibaca kemudian gak dimasukin ke goodreads, jadi lupa udah baca buku apa dan berapa bintang yang dikasih. Jadi lupa juga kalau ikut challenge ini, jadi gak nabung deh. Maybe this year, huh?


SOOOOO. That’s all. Padahal awal tahun 2015 kemaren udah bayangin akhir tahun bakal bikin wrap up dengan hati riang gembira. Tapi kok malah malu gini ya.
Semoga tahun ini nasib ini blog lebih baik. See ya!





Tuesday, June 30, 2015

Comic Review: Hai, Miiko! Volume 1


Hai, Miiko! Volume 1
Komikus: Ono Eriko
Penerbit: PT Gramedia (M&C!)
Penerjemah: Widya Winarya
Editor: Marin Hermanto
Cetakan kesebelas, 2010.

Blurb:
Miiko ngambek karena tidak dibelikan sweater merah idamannya, ia pun kabur dari rumah. Dalam perjalanannya, ia mendapat suatu pengalaman menarik…
Yuhuuu! Pasti sebenernya udah banyak yang baca atau setidaknya tahu tentang si Miiko ini. Yap, sama kayak kebanyakan orang, saya pun jatuh hati sama Miiko. Mulai ngoleksi sekitar tahun 2009-ish, lupa deh. Pokoknya waktu itu majalah BOBO kasih bonus beberapa part cerita dari Hai, Miiko! Volume 19 dan dari situ saya langsung suka lalu mulai baca dan mengoleksi semua serinya. Nah, rencananya mulai sekarang (harusnya dari bulan Januari yang lalu), mau re-read dan review, hahaha. Wish me luck!

So, here we go. Mulai dari volume 1.

Ada 8 cerita di volume ini. Nah, tentunya karena ini volume 1 jadi Ibu Ono Eriko gak mau bikin kita bingung. Sebelum mulai cerita, kita akan disuguhkan dengan perkenalan terlebih dahulu. Jadi, sebelum dibukukan, Miiko pernah jadi karakter cerita di majalah Pyong-Pyong. Karena animo masyarakat Jepang yang heboh, akhirnya cerita-cerita lepas ini dibukukan deh, lalu terbit dengan judul “Namaku Miiko!” (yang hanya ada 4 volume). Setelah itu, Pyong-Pyong bubar dan digantikn majalah Ciao. Dari majalah Ciao itu lah, komik “Hai, Miiko!” mulai muncul volume 1-nya di tahun 1995.

Sekarang, lanjut review ke kumpulan ceritanya.

Cinta Pertama
Berkisah tentang Mari-Chan (sahabat Miiko) yang ketar-ketir lagi naksir dengan teman sekelas mereka, Aoyama. Kebetulan besok liburan kelas, Mari minta bantuan Miiko untuk ngedeketin dia dengan Aoyama  supaya Mari bisa mengatakan perasaannya. Tapi ya namanya juga Miiko ya, hehehe. Walaupun Mari berhasil, tapi dia tetep sedih nih.
Lucu deh, ya soalnya ini Miiko gitu (??) udah pasti lucu. Cara Mari-Chan nyatain cintanya juga lucu.

Tappei Pergi?!
Ada clue-clue kayaknya Tappei mau ikut pindah sama orangtuanya. Lalu Miiko dan teman-teman pada sedih deh. Bahkan Miiko sampai nangis di depan Tappei.

Orang Aneh di Sebelah
Nomura Yoshiki, murid pindahan baru. Anaknya pendiam dan keliatannya agak judes. Karena ada rotasi tempat duduk di setiap catur wulan baru (iya! Kan tahun 1995, jadi namanya masih catur wulan), ternyata Miiko kebagian duduk di sebelah Yoshiki. Waktu pelajaran bahasa, Miiko lupa bawa buku. Waktu dia bilang ke Yoshiki minta lihat berdua, Yoshiki nolak judes gitu. Miiko jadi jiper. Eh, penghapus Miiko malah jatuh ke deket Yoshiki. Miiko takut untuk minta tolong ke Yoshiki, alhasil dia berusah sendiri ambil sampai kakinya keseleo.

Papa Pergi Dinas Luar
Memang susah punya orangtua yang semuanya bekerja. Apalagi waktu papa pergi dinas ke luar. Miiko dan Mamoru harus bantu Mama ngurusin kerjaan rumah. Tapi ya, kalau rajin sih namanya bukan Miiko kan.

Air Mata Mari-Chan
Cerita ini ada 2 bagian yang saling bersambung. Gitu deh memang kalau di Miiko, kalau ceritanya terlalu panjang, bakal dibikin 2 bagian yang letaknya juga bersambungan. Kurang ngerti juga kenapa harus dibagi 2, karena toh dilanjutin juga gak akan apa-apa. Atau karena biar kesannya gak terlalu panjang dan jumlah cerita tiap volume-nya konstan? Mungkin.
Nah, dicerita ini kita akan ketemu teman-temannya Miiko dan Mari-Chan yang lain. Mereka sebel sama Mari-Chan karena sikapnya yang terlalu bossy. Miiko jadi bingung, harus pilih sama Mari-Chan atau teman-temannya yang lain.

Jaket Merah Muda
Namanya komik anak-anak, pasti bebas fantasinya mau kemana aja. Di cerita ini, Miiko ceritanya ngambek sama mamanya karena gak dibeliin jaket yang dia mau. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari rumah dan bluuuuuur! Tiba-tiba suasana kotanya jadi 23 tahun yang lalu, waktu umur mamanya baru 12 tahun.

Miya dan Gadis Salju
Ini cerita lepas dan gak masuk ke kehidupan Miiko sebenarnya. Jadi ini kayak cerita jaman dulu yang penuh leganda. Ada gadis salju yang mencari teman. Kalau ada anak yang ia sukai, dia langsung menculik dan membekukan hati anak itu seperti es. Nah, kali ini bagiannya Tappei (yang dicerita ini dinamai Peta). Miiko (atau Miya dicerita ini) tentunya gak mau temanny diculik, jadi dia akan menolong Peta dari si Gadis Salju.

Berjuanglah Tako
Cerita yang gak ada Miiko-nya sama sekali. Mungkin maksudnya untuk bonus. Ceritanya ada gadis bernama Tako, dia tinggi tapi suka gak pede. Alhasil, tim basketnya jarang sekali menang.  Nah, temannya si Chizumi ini pengen dong sekali-kali timnya menang, jadi dia cari akal gimana cara membangkitkan kepercayaan diri Tako.

Yap, gitu deh cerita Miiko. Lucu, menghibur, bahkan gak akan bosen mau di-reread sampai berapa kali pun. Di volume ini, buat yang udah baca volume awal sampai volume 5 ke atas, pasti juga tahu deh. Perawakan rambut Miiko agak beda sama yang Miiko volume atas. Mulutnya sih tetap lebar ya, ahahahahaha.

Selalu suka caranya Bu Ono Eriko gambar. Tokohnya dibuat komikal banget, bikin ngakak. Kalau lagi bayangin berjuang atau semangat gitu malah dibuat cantik kan, jadi suka.
3 of 5 stars.

Monday, June 22, 2015

Comic Review: Hirameki Hatsume-Chan 3


Judul: Hirameki Hatsume-Chan 3
Penulis (komikus): Daioki
ISBN: 978-602-7975-81-1
Penerbit: Bentang Komik (PT Bentang Pustaka)
Penerjemah: Adinda Hafizh
Tebal: 132 halaman
Cetakan pertama, Maret 2014.


Blurb:
Kemampuan kotak buatan Hatsume semakin canggih, lho! Layaknya robot, kotak ajaib Hatsume bisa melakukan berbagai macam pekerjaan manusia. Pekerjaan apa saja ya, itu? Yuk, ikuti lagi kelanjutan cerita Hatsume dan kotak ajaibnya yang lucu dan menggemaskan ini!

Seperti yang ada di blurb, Hirameki Hatsume-Chan berisi kumpulan cerita keseharian Hatsume yang banyak terbantu oleh kemampuan kotak buatannya. Layaknya robot hebat, kotak Hatsume bisa melakukan berbagai macam pekerjaan manusia. Di komik yang ketiga ini cerita berlanjut dari episode 29 sampai episode 42.

Gak banyak sih yang bisa saya jabarkan di sini. Mungkin karena saya gak ngikutin dari komik yang pertama, saya jadi gak ngerti asal-usul kotak di kepala Hatsume ini. Jadi banyak pertanyaan di kepala saya pas baca komik ini. Kayak, Hatsume ini sebenarnya anak manusia beneran apa bukan? Soalnya ekspresinya datar-datar aja gitu keliatannya. Masalah gambar keseluruhan sih gak ada masalah.

Inti ceritanya sih ya mirip lah kayak kebanyakan komik dengan premis alat ajaib. Di sini si kotak bisa disulap jadi apa aja dan sangat membantu. Udah gitu aja.

Lucu gak? Em, lumayan. Tapi buat ukuran komik (yang kayaknya sih maunya humor), lucunya kurang. Gak tau ya, sebagian ada yang garing gitu. Mungkin karena terjemahan dan di Indonesia gak bisa nyambung dengan lelucon itu. Kayak mungkin itu lelucon lokal Jepang, jadi yang ngerti ya orang-orang sana, pas diterjemahin gak dapet lucunya (??) Atau pas baca lagi gak dapet mood-nya aja kali ya. Ini contohnya:

Jadi si Hatsume dan Ayahnya nih mau BBQ-an di halaman ngajak Tak-Kun dan Kei-Chan (temennya Hatsume). Lalu Hatsume bilang, “Kita harus siap-siap. Seperti bola.” Nah dibales deh sama Ayah, “Oh, mau main bola habis makan BBQ, ya?” lalu apa coba jawaban si Hatsume? Jawabannya kayak gini, “Bukan begitu. BBQ itu sama dengan kasti atau pingpong, kan?” NAHHHH! Saya gak ngerti deh itu maksudnya apa. Dari percakapannya sih harusnya lucu kan, tapi ya saya jadinya gak ketawa gara-gara gak ngerti.

Wah, gak bisa panjang-panjang nih review-nya. Bingung mau bahas apa lagi. Intinya saya kurang bisa menikmati dan gak berniat mengoleksi komik yang kesatu dan duanya. Cukup sampai di sini aja ya, Hatsume. Babay.

Terakhir, ini bonus percakapan Hatsume dan teman-temannya:
Tak-Kun: Hari ini kita karya wisata ya?
Hatsume: Iya.
Hatsume: Jadinya ngapain, ya?
Kei-Chan: Ya karya wisata dong.
Tak-Kun: Maksudnya?
Hatsume & Kei-Chan: Nanti itu berkarya atau berwisata.. ?
Tak-Kun: NGGAK DIPISAH KALI!!!

2 of 5 stars.

Friday, January 23, 2015

Comic Review: Kumpulan Cerita Berwarna Doraemon


Judul: Kumpulan Cerita Berwarna Doraemon (Buku 5)
Penulis: Fujiko F. Fujio
ISBN: 978-979-27-8017-8
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Alih bahasa: Yenny Hendrawati
Editor: Sari
Desain sampul: Agus Salim
Cetakan pertama, 2010.
Harga: IDR 29.800

Blurb:
"Lho!? Kok, Doraemon warnanya mengilat!" Pasti banyak orang yang terkejut dengan gambar di sampul buku ini. Wajar saja kalau kalian tidak terbiasa. Ini adalah gambar DORAEMON yang sangat langka, yang hanya digambar sekali saja oleh Fujiko. F. Fujio Sensei pada edisi perdana serial komik di Jepang. Lucu, ya...
Dan seperti biasanya, cerita-cerita yang ada di dalamnya pun sangat menghibur. Selamat membaca!!

Siapa yang gak kenal sama robot kucing satu ini? Apalagi akhir tahun kemarin film terbarunya rilis. Haha, itu juga sih yang bikin minat saya tertarik untuk membaca komik ini setelah sekian lama dianggurin. Sampai  halaman belakang udah lepas saking seringnya dibaca adek, tapi belum pernah saya baca. Awalnya saya pikir, Doraemon ini cukuplah saya nikmati versi film animasi tiap Minggu aja, tapi ternyata baca komiknya menyenangkan juga.

sorry for bad quality.
Kumpulan Cerita Berwarna Doraemon ini menyajikan cerita-cerita pendek lucu yang kebanyakan berwarna. Berisi 19 cerita, di buku kelima ini di awali dengan kisah kemunculan Doraemon yang mengejutkan Nobita dengan judul "Doraemon Datang Dari Masa Depan". Eh, tapi cerita munculnya Doraemon di komik ini beda lho sama yang versi film - Stand By Me - itu! Mungkin cerita ini kali ya yang dimaksud di blurb edisi perdana serial komiknya di Jepang. Soalnya di cerita yang ini bentuk si Doraemon emang mengkilat agak tinggi kayak di cover itu.

Cerita selanjutnya berjudul "Hantu Yang Lemah". Hahahaha, cerita favorite saya! Di sini unsur lucunya bukan lagi dari Nobita dan teman-temannya, tapi dari si hantu-hantu itu. Dari mulai cerita ini ke cerita-cerita selanjutnya, bentuk si Doraemon udah normal seperti yang biasa kita liat.

Well, 17 cerita lainnya gak jauh-jauh dari kisah jenaka Nobita dengan kantung ajaib Doraemon yang biasa kita liat lah ya. Nilai lebih karena komiknya berwarna, jadi bacanya tambah seneng. Walau gak semuanya full warna, ada beberapa yang hitam-putih, ada beberapa yang berwarna tapi gak full jadi kayak lebih keoren-orenan gitu. Sejujurnya saya kembali bingung mau nge-review apa lagi.  Kekurangannya sulit saya rasa karena saking terbiasanya sama cerita Doraemon dari kecil. Rasanya ya sudah, memang begitulah Nobita dan Doraemon dengan kehidupan mereka.

Ada satu hal menarik lainnya, di halaman akhir ada cerita lahirnya Doraemon. Jadi, Doraemon ini awalnya diterbitkan sebagai serial di majalah pelajaran berbagai tingkat sekolah di Jepang. Yaitu SD kelas 1 - 4, edisi kanak-kanak, dan edisi untuk anak TK. Meski diterbitkan sekaligus di 6 majalah itu, cerita yang diterbitkannya berbeda-beda. Begitu pula dengan cover-nya. Cover yang dipakai untuk "Kumpulan Cerita Berwarna Doraemon Buku 5"  ini merupakan cover perdana yang buat edisi kelas 2 SD dulu itu.

Kemudian Doraemon berkembang dan semakin dikenal, desain karakternya juga berkembang. Dari yang awalnya mengilat agak tinggi kayak di cover, jadi lebih bungkuk dengan postur yang lebih gempal kayak sekarang. Di halaman paling akhir, paragraf paling akhir ada tulisan ini:
"Koleksi cerita ini disusun dari komik-komik yang digambar dengan warna, selama kurang lebih 3 tahun dengan gaya yang cukup stabil dengan mengurangi perubahan besar tersebut. Semuanya adalah kumpulan karya berharga yang belum diterbitkan oleh Tentomushi Comics. Terlebih lagi, komik-komik hitam-putih pada masa-masa ini juga banyak yang dimasukkan dalam Tentomushi Comics. Bagaimana jika kalian coba membaca kembali komik-komik tersebut dengan kenangan akan cita rasa ciri khas komik-komik masa awal?"
 Kalau kamu setuju, komik Doraemon berwarna ini recommended buat kamu!
3 of 5 stars.

Sunday, January 11, 2015

Comic Review: Cinta Sang Fashionista


Judul: Cinta Sang Fashionista
Penulis: Archie the Redcat, Gita Juwita, Bijou
ISBN: 978-979-234-556-8
Penerbit: M&C!
Penyunting: Gupta Mahendra S.
Ilustrasi sampul: Archie the Redcat
Desainer grafis: Heru Lesmana
Cetakan pertama, 2011.


Blurb:
Panel by Archie the Redcat 
Pernah punya teman yang hobi sekali menggambar saat di kelas, kan? Nah, Fey adalah orang seperti ini. Baginya, menggambar apalagi membuat komik adalah segalanya. Apalagi saat ia mendapat pujian dari komikus terkenal. Ia pun yakin sendirian bisa memenangkan lomba yang diadakan penerbit komik... sampai sekelompok teman Fey menghancurkan naskah komiknya! 
Cinta Sang Fashionista - Pakai Baju Apa Hari Ini? by Gita Juwita 
Ghea dikenal sebagai orang paling punya fashion sense di sekolahnya. Suatu hari ia bertemu Leoni, stylist terkenal artis, yang mau menerimanya bekerja sebagai asistennya, dengan syarat: Ghea harus bisa membuat Yanuar, adik Leoni yang culun jadi keren! Gawat! Soalnya Yanuar adalah salah satu anak yang masuk kategori cowok jangkis kronis: jangkung-kurus-najis! 
Between You and Me by Bijou
Untuk kesepuluh kalinya, Erin dihukum jemur di depan tiang bendera kerena telat datang ke sekolah. "Gantengnya" matahari pagi sama sekali nggak seberapa... tapi malunya itu! Apalagi ditertawakan oleh Aditya sang kakak kelas paling cakep di sekolah. Anehnya, saat bertemu langsung Aditya esok hari, Aditya sama sekali jauh dari sosok hangat yang menertawakan Erin dari kelas...


Review komik pertama saya! Agak bingung sih apa yang mau di-review, jadi mungkin saya bakal bahas-bahas perasaan saya pas baca aja ya. Komik ini saya beli udah lama banget, lupa juga alasan belinya karena apa. Tapi seinget saya ini komik koloni (komik Indonesia) pertama yang saya baca. Bahkan di dadepan dan belakangnya aja masih ada iklan buat download game di HP yang via sms, hehe, kocak.




Komik yang membalut 3 cerita dengan benang merah kisah anak SMA ini (kalau diketagorikan berarti young adult kan ya) berhasil me-refresh tubuh saya karena bikin ketawa. Bukan ketawa yang gimana-gimana sih, dari segi cerita simpel aja, cuma ada beberapa adegan di gambarnya jadi lucu gitu khas komik-komik.

Tiga cerita yang ditulis dan digambar oleh 3 orang berbeda tentunya punya kesan dan kekhasan yang berbeda-beda juga. 


Panel by Archie the Redcat




Bercerita tentang Fey, anak kelas 1 SMA yang hobi banget bikin komik tapi gak pernah PD buat nunjukin hasil karyanya di depan teman-teman dia. Alasannya karena dulu dia sering banget diejek. Bertemulah dia dengan Angga, Lanang, dan Nesya yang sebenernya sama-sama suka menggambar komik. Tapi pertemuan mereka gak diawali dengan hal yang menyenangkan. Angga, Lanang, dan Nesya tanpa sengaja malah menghancurkan naskah komik yang Fey buat untuk lomba.

Gambarnya rapi, bagus, dari segi cerita ya lumayanlah, simpel. Ada Angga yang ganteng-ganteng kocak. Dari cerita ini kita diajarkan kalau teman itu berguna banget dalam hidup kita. Bahkan Nesya yang tadinya galak pun ternyata baik hati.


Cinta Sang Fashionista - Pakai Baju Apa Hari Ini? by Gita Juwita




Sum up! Gak perlu ditulis sinopsisnya ya? Blurb-nya udah menggambarkan sebagian besar isi cerita. Bagian ini gambarnya agak lebih acak-acakan, tapi justru penggambaran kocaknya banyak banget di sini. Muka Ghea si tokoh utama aja bisa berubah-ubah jadi serem banget, lucu banget. Ceritanya lebih banyak mengangkat fashion-nya bukan latar sekolahnya. Adegan paling lucu adalah setelah fashion show, Ghea yang tadinya mau nyium Yanuar, malah ketangkep basah dan jadinya digambar kayak mau nelen si Yanuar, kocak banget.


Between You and Me by Bijou




Kalau yang ini gambarnya malah lebih rapi lagi. Dari segi cerita pun lebih rumit dibanding 2 cerita sebelumnya. Kisah cintanya kentel banget, dramanya kerasa. Apalagi ya? Ya udah gitu aja deh. Oiya! Ada yang janggal (gak janggal juga sih sebenernya), cuma gini, mereka kan masih anak SMA dan setting-nya di Indonesia tapi mereka kiss-kiss aja gitu di tepi jalan, hfffffh. Lainnya oke tapi.


Lucu. Lucu. Lucu. Saya seneng baca komik koloni yang kayak gini. Oiya, cover depannya juga bagus ya. Ghea di depan sama Ghea di cerita, gambarnya beda. Soalnya cover depan dibuatnya sama penulis Fey, bukan Ghea, haha. Baca komik romance-young adult gini emang asik ternyata. Dari tiga cerita di atas favorite saya: Cinta Sang Fashionista!
3 of 5 stars.

Wednesday, December 31, 2014

Comic Reading Challenge 2015

Hai!
Hallo!
Supaya blog ini konsisten nulis postingan dan saya gak males-malesan, rencananya tahun 2015 mau ikut beberapa reading challenge. Salah satunya adalah:


COMIC READING CHALLENGE 2015!
COMIC READING CHALLENGE 2015!
COMIC READING CHALLENGE 2015!


Ada 3 kategori untuk reading challenge ini, yaitu: Rookie (18-50 komik), Ultimate (51-99 komik), dan Supernova (> 100 komik). Karena saya bukan maniak-maniak banget juga dan khawatir baru bisa ngejar setelah bulan April (UN menanti, huhu!), jadi saya pilih kategori:

Rookie (18-50 komik)

Sejujurnya saya sendiri bukan maniak komik, hehe. Saya suka baca komik, tapi jarang beli komik sampai suatu saat di majalah BOBO hadiahnya sample cerita salah satu series komik anak-anak. Haha! Ketebak gak apa? Pokoknya dari situ saya mulai koleksi series itu dan coba-coba baca komik lagi, meski yang saya baca kebanyakan romance juga minjem di rentalan deket sekolah. Itu waktu jaman SD dan SMP, setelah masuk SMA saya udah gak pernah baca komik lagi.

Terus kenapa saya ikut challenge ini? Ini bakalan jadi kayak self-challenge buat saya untuk nge-re-read komik-komik yang ada di rumah. Karena saya penasaran aja, dulu saya baca komiknya kan cuma baca aja, ketawa, selesai, simpen. Sekarang setelah lebih dewasa, mau tahu baca komik lalu di-review itu buat saya rasanya gimana. Dalam prosesnya nanti, selain re-read beberapa, ada juga timbunan komik yang dulu saya beli tapi belum saya baca, juga rencananya bakalan minjem beberapa dari temen atau (kalau sempet) ke rentalan deh. Em, kalau pas ke toko buku ada yang menarik saya, bisa jadi saya beli juga (soalnya agak males ya beli komik sekarang harganya udah 20 ribuan aja, padahal dulu serasanya masih 12 ribu).


Untuk peraturan lengkap Comic Reading Challenge 2015 bisa dilihat dengan meng-klik gambar banner di atas atau bisa lihat di blogroll saya di sebelah kanan. Yuk, ikutan!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...