"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole

Thursday, January 14, 2016

20 Bookish Facts About Me YOOO!

Hai. I started love reading since I can read. Since that, I never knew read and having a bunch of books could be REALLY EXCITING. So without so much babbling (and because I don’t know what to write anymore.. hehe), here are my 20 Bookish Facts About Me:

1. I AM A SLOWREADER. I never finished a book in one sitting (except comic or magazine) and it’s kinda sad because SO MUCH BOOK IN MY TBR-list and oh why I’m reading so slowly..

2. My first ever book I buy in Gramedia Bookstore is “Franklin dan Adiknya” and it happened a looooong time ago.

3. Bookstore is always my kind of short-escape from my so called busy-student-life.

4. I never like comic (bcos I dunno from where to where I should read it!) until I found “Hai, Miiko!” back in around 2008-2009. Thanks to Ono Eriko, I like reading comic now. It’s fun!

5. Peeta Mellark will be my forever book-boyfriend! (Well, I don’t think he is that good now, but still..)

6. … When I read “The Hunger Games”, the part when Peeta is sick in a cave makes me sick too! (I think I really got into that part) HUHUHUHUHU.

7. I LOVE PHYSICAL BOOK. E-book is cheaper but my eyes hurt. :(

8. But now, since there is app called IJAKARTA, I started to read e-book too.

9. After reading some of her books, I realize Prisca Primasari is my favorite local author.

10. I love when my friend borrow a book from me.

11. I’m kinda a proud-reader when I read a book, and then years later it became a movie! (And I hope “Sabtu Bersama Bapak” and “Winter in Tokyo” movie adaption will turn out good!)

12. The scene when Mia had her heartattack in “Sunshine Becomes You” is stays in my head till now and I hope the movie not ruined my imagination (ps: planning to watch it soon).

13. “Staying Strong” book by the one and only Demi Lovato will always be my forever-wishlist. The book is expensive btw.

14. I basically read all genre of book (expect horror), but my favorite genre is romance hehehe.

15. The best time for me to read is before bedtime.

16. I’m in love-hate relationship with ‘book bazaar, discount, etc’ bcos I LOVE the discount but hate the fact I let myself falling for it. I just can’t control it.

17. My best read in 2015 was “Wonderstruck” by Brian Selznick. The book is SO AWESOME.

18. “Malory Towers” the series was my first book-series that I read. It was also the longest series that I ever read (6 books). I REALLY LIKE IT. It was so nice finished the long book-series, now I know what The Harry Potter fans feels, hehe.

19. I used to love poetry and collect some poetry books. (but I still adore Lang Leav, Aan Mansyur, and Adimas Immanuel’s poetry tho).

20. I don't write in my books. The only marks I love to have in my book is the author's sign or note for me.

YEP. That’s it. What about your 20 bookish facts?



Share it too and join #20BookishFactsAboutMeGA by @niafajriyani! Read the details here.

Thursday, January 7, 2016

All The 2015 Wrap Up

Sorry for being late.
AND SORRY FOR MESSING UP ALL THE CHALLENGE.
Sebenernya malu mau post postingan ini. Hehehehehehe. But I write it anyway (shameless!).

1. 2015 Joglosemar Babat Timbunan (FAILED!)



I just can’t control myself everytime I see a place full of books and all the discount (apalagi sejak pindah ke Jakarta).
I.
Just.
Can’t.
WHYYYY.

2. Comic Reading Challenge 2015 (FAILED!)



I read and re-read a bunch of comics this year, but I failed at making review. I only make 4 reviews, what a shame.

3. Receh Untuk Buku 2015 (SUCCEED!)


Update it soon! (Maybe...)

4. Project Baca Buku Cetak (SUCCEED!)



I lost count at how many books I read this year, but I think all the books are physical book tho.

5. New Authors Reading Challenge 2015 (Kinda SUCCEED!)



I choose the easy one, right? 1-15 books. I succeed reading around 18 books (or more?) but I failed at the special challenge.

6. Goodreads Challenge (Kinda SUCCEED!)

Ok. Ok. Kayaknya sih sukses karena banyak buku yang aku baca gak aku masukin ke goodreads. Tapi iya, kok, sukses kok yang ini.

7. One Coin One Star (FAILED!)



Awalnya, excited banget sama challenge ini, biar sekalian nabung. Tapi karena sibuk banget pindahan bulan September (dan sibuk juga sebelumnya itunya), banyak buku yang dibaca kemudian gak dimasukin ke goodreads, jadi lupa udah baca buku apa dan berapa bintang yang dikasih. Jadi lupa juga kalau ikut challenge ini, jadi gak nabung deh. Maybe this year, huh?


SOOOOO. That’s all. Padahal awal tahun 2015 kemaren udah bayangin akhir tahun bakal bikin wrap up dengan hati riang gembira. Tapi kok malah malu gini ya.
Semoga tahun ini nasib ini blog lebih baik. See ya!





Saturday, October 24, 2015

Baca Bareng Minjul: Re-Write Mini Review

Re-Write

"Tidak ada kenangan yang bisa kautulis ulang. Tapi mimpi, bisa kaususun kembali."



Emma Grace
Gramedia Pustaka Utama, 2015.

Novel yang bercerita tentang bagaiman cara melupakan masa lalu dan move on untuk kehidupan yang baru dikemas sangat apik oleh Mbak Emma Grace. Salut! 294 halaman yang dirangkum dalam 22 bab plus epilog lumayan bikin emosi ikut naik dan turun saat membacanya. Serta, tentu saja novel ini berhasil membuat rasa penasaran karena rahasia-rahasia yang ditawarkan para tokoh utama.

Bercerita tentang Beth Samodro, cewek 20 tahun yang kuliah di Sydney menemani kakaknya, Sheila. Beth begitu jatuh cinta para Jared Tanudjaja akibat perhatian yang suatu hari dalam di masa SMA yang Jared berikan. Karena rasa cinta yang teramat sangat dan rasa ingin membalas kebaikan Jared masa SMA, Beth mau mengantikan posisi kerja Jared di FashionSheet selama 1 bulan. Jared sering memanfaatkan kesempatan seperti ini karena dia tahu, Beth tidak akan pernah bisa berkata ‘tidak’ atas permintaannya. Di FashionSheet lah kemudian Beth bertemu Derick Bhrasongko. Cowok yang menurut Beth sangat dingin. Rick tidak suka pada orang Indonesia dan benci sekali cewek lemah yang selalu saja mau bilang ‘iya’ karena cinta. Selain kehidupan cintanya, Beth memiliki rahasia yang begitu sakit untuk dia bagi kepada orang lain.

Di awal, rasanya gemes banget sama Beth karena dia nyebelin dan terlalu kemakan cinta banget. Namun sampai di akhir, Beth menunjukan perubahan. Dan aku salut sama Mbak Emma, karena perubahan Beth tidak dijelaskan terlalu ekstrem. Perlahan tapi yang membaca ikut tahu kalau si Beth ini nyatanya berubah.  
Selain tokoh-tokoh utama di atas, ada tokoh pendukung lain seperti Sheila (kakaknya Beth), Stephen, Isla, Judith, Ms. Colleen, dan Gwen. Selain Sheila, tokoh pendukung yang lain seperti kurang porsi di novel ini. Apalagi Gwen dan Ms. Colleen, yang sebenarnya mungkin bisa dibuat lebih ‘banyak omong’ lagi.

Judul yang diambil, “Re-Write”, begitu pas menggambarkan suasana novel secara keseluruhan. Pernah baca di salah satu blog yang mewawancara Mbak Emma, katanya rencana awal novel ini akan diberi judul “The Bucket List”. Untung saja pada akhirnya diganti “Re-Write” ya, karena memang judul ini yang paling cocok, hehe. Layout dalam novelnya juga oke. Begitu simple tanpa ada gambar-gambar khusus, namun justru malah terlihat lebih rapi.

Pemilihan kata yang dipilih Mbak Emma enak banget buat dibaca. Mendukung cerita yang begitu ngalir dan minim typo, bikin novel “Re-Write” ini bisa kita nikmati tanpa harus pusing. Ada beberapa typo yang sebenernya gak terlalu mengganggu.

1. Halaman 33. Ketika Jared lagi ngomong berdua sama Beth, tiba-tiba ada kalimat yang menuliskan Rick yang menghembuskan napas.

2 Halaman 104. Sebenarnya mungkin bukan typo, tapi agak membingungkan. Waktu Rick lagi marah sama Beth dia bilang, “Jawab pertanyaanku!”. Lalu Beth jawab, “kupikir…” dilanjutkan dengan “kupikir jawabanmu itu artinya tidak.” Bingung aja, entah itu harusnya diucapin sama Rick atau kalau diucapin Beth, bukankah harusnya “kupikir jawabanku itu artinya tidak” ya? Hehhehehe.

3. Halaman 180. Ada kata “sa_mar” yang harusnya “samar”.

4. Halaman 236. Font keterangan yang bukan bagian dari surat (di bagian itu ada suratnya), tapi font-nya ikut sama seperti font surat.

Mengenai cerita, menurutku sudah pas. Di awal konflik mulai muncul, di pertengahan cerita satu rahasia mulai terbuka, tapi Mbak Emma gak membiarkan semua rahasia akhirnya terbuka. Namun, clue-clue tetap diberikan biar nebak-nebaknya jadi asik. Alurnya bergerak lumayan cepat, jadi walau dibuat nebak-nebak, tapi gak sampai bikin bosen karena isinya nebak-nebak mulu. Intinya, Mbak Emma pintar menempatkan inti-inti rahasia dimana harus dibongkar.

Pada awalnya, latar Sydney yang digambarkan di novel ini kurang berasa. Namun mendekati akhir, akhrinya kerasa juga. Jadi tahu tentang perayaan natal di Sydney itu salah satunya kayak apa. Untuk rasa ‘young-adult’-nya entah kenapa sampai akhir cerita pun kurang kerasa. Beth dan Rick memang digambarkan berusia 20 tahunan. Dan sikap Beth yang terlalu cinta pun menggambarkan bahwa Beth masih dewasa muda. Tapi ya gak tahu kenapa juga, mungkin karena latar cerita awalnya banyak digambarkan di lingkup pekerjaan.

Oiya, beberapa hal lagi yang menyenangkan ketika baca novel ini adalah banyak nama makanan yang bikin penasaran, judul film yang bisa jadi rekomendasi buat ditonton, dan ada beberapa lagu juga, apalagi lagu Canon in D Mayor itu.

And… one more thing that surprise me! Penasaran dengan maksud dari penempatan lagu Ed Sheeran yang di awal, ternyata terjawab di bagian akhir.

Novel ringan dengan pesan yang cukup mendalam. I definitely will read "Pay it Forward" and another Emma Grace's novels in the future. Thanks, Mbak Emma!

Anyway, I will give my thanks to Beth and Rick too! The best thing about reading book for me is like I got more stories to learn from someone else’s life.

“Kau yang memberitahuku supaya tidak melakukan hal yang tidak ingin kulakukan hanya karena orang lain. Maksudku, itu pasti berlaku sama dengan pendirian, bukan? Tidak mengiyakan pendapat orang yang tidak kusetujui opininya, hanya karena aku sungkan?” 

“Waktu bukanlah sesuatu yang absolut. Dan setiap orang memiliki jam digital mereka masing-masing.” 

“Ketika kau peduli pada seseorang, terluka adalah syaratnya. Terluka merupakan satu bagian yang akan kauterima dan pasti kauterima.”

 PS: Terima kasih banyak untuk Mas Ijul (@fiksimetropop) dan Mbak Emma (@emmagrac3) yang sudah memberi kesempatan untuk ikut dalam kegiatan #BBM_ReWrite ini. Thanks a lot! Untuk Mbak Titin (@agustine_w) juga terima kasih untuk baca bareng seminggu ini. Semoga bisa ketemu suatu saat!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...