"With peaks of joy and valleys of heartache, life is a roller coaster ride, the rise and fall of which defines our journey. It is both scary and exciting at the same time." - Sebastian Cole

Sunday, December 28, 2014

Wrap Up: Goodreads 2014 Reading Challenge

Ini pertama kalinya ikut reading challenge karena baru tahun ini jugalah saya bikin akun di goodreads - tepatnya bulan Mei lalu. Ceritanya gini, saya memang udah kenal goodreads dari lama dan membantu banget buat pertimbangan beli-beli buku, tapi tetep saya gak berminat gabung karena dipikir sayanglah buat-buat akun kalau gak keurus. Namun suatu hari, gak tahu kenapa berubah aja mind-set-nya, jadi deh bikin akun. Apalagi ternyata di goodreads bisa ikut giveaway, wah, saya tambah semangat dong (walau sampai sekarang belum pernah menang). Belum banyak buku yang saya review di sana, tapi kalau sekedar rate, pasti saya kasih  setelah selesai baca.




Kembali ke reading challenge-nya, saya akui kecepatan membaca saya itu siput banget, jadi buat set-goal gak berani banyak-banyak ya, haha. Awalnya di-set 23 buku untuk satu tahun. Tapi di bulan Juli atau Agustus gitu, saya rasa bisa lebih banyak baca, ya udah saya naikin goal-nya jadi 27 buku. Namun, mendekati November saya berubah pikiran, takut gak terpenuhi challenge-nya karena belum juga complete sampai bulan itu padahal November harus konsentrasi ke sekolah, jadi saya set ulang goal-nya turun jadi 25 buku. Alhamdulillah, completed, yey! Malah gak disangka-sangka saya bisa baca 31 buku bulan ini - ternyata goal 27 buku juga terlampaui. Tapi sengaja gak saya set ulang, biar aja tetep 25 buku.


It's a wrap up!


So, the books are:

1. Kepulang Kelima by Irwan Bajang: Ini buku kumpulan puisi hadiah dari ikut acara baca puisi di Jogja yang diselenggarakan sama penulisnya langsung dan salah satu penerbit buku gitu. Saya suka, puisinya bagus-bagus, apalagi bukunya plus CD dan tanda tangan penulisnya - 3 of 5 stars.

2. Antologi Rasa by Ika Natassa: 3 of 5 stars.

3. Rectoverso by Dee: 3 of 5 stars.

4. Madre by Dee: 4 of 5 stars.

5. Filosofi Kopi by Dee: 4 of 5 stars.

6. Seasons To Remember by Ilana Tan: Mengobati rasa kangen baca tetralogi 4 musim. Untungnya di perpustakaan sekolah ada buku ini, soalnya kalau harus beli, jujur saya lebih pilih buku yang lain, haha. Alasannya ya karena ini isinya cuma kumpulan quotes dari 4 novel musim itu. Awalnya saya pikir buku ini kayak berisi kumpulan cerita pendek kelanjutan tetraloginya semacam cerpen Ilana Tan di Auntumn Once More - 3 of 5 stars.

7. Drunken Monster by Pidi Baiq: Lucu, tapi jangan ditiru kelakukan penulisnya karena isinya kelakukan-kelakuan nakalnya. Yang saya suka tagline di bukunya, "Untuk 198 tahun ke bawah", haha! 3 of 5 stars.

8. Crash Into You by aliaZalea: Pengalaman pertama saya baca buku aliaZalea sekaligus pengalaman pertama baca buku hot, pinjem dari temen. Suka sih, meski gak bisa suka sama karakter tokohnya - 3 of 5 stars.

9. The Infamous by Silvia Arnie: Buku lama GagasMedia, beli murah kolpri. Jalan ceritanya simpel, cover-nya bagus walau sebenernya saya gak suka warna kuning. Judul dan blurb-nya justru mengarah ke si temennya tokoh utama bukan tokoh utamanya. Suka deh, karena mungkin gak ada ekspektasi apa-apa waktu beli dan jatuhnya malah memuaskan jadi bikin seneng - 3 of 5 stars.

10. Dirty Little Secret by aliaZalea: Wahaha, karena ketagihan baca karya aliaZalea, jadi pinjem lagi ke temen dan iya, yang ini lebih bagus! Temen saya juga bilang gitu. Konfliknya  lebih dewasa dari Crash Into You dan tokohnya lebih loveable juga buat saya - 3 of 5 stars.

11. Beautiful Sorrow by Pia Devina: Dapet novel ini langsung dari hadiah kuis yang diadain penulisnya. Thanks, Kak Pia! Saya menikmati waktu bacanya, dan bikin saya penasaran mau baca lagi karya-karya yang lainnya, soalnya Kak Pia Devina ini terbilang penulis yang produktif, tahun ini buku barunya yang terbit banyak banget! 3 of 5 stars.

12. Eclair by Prisca Primasari: Buku pertama dari penulis yang saya baca. Bahasanya baku tapi ngalir banget dan duh, spoiler boleh ya? Pas Stepanych meninggal dan adegan Sergei yang gak nangis dan ikhlas dan kuat banget melewatinya, saya malah jadi terharu. Dari situ saya tahu Mbak Prisca ini bakalan jadi salah satu penulis favorite saya - 3 of 5 stars.

13. Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 by Pidi Baiq: Suka bangeeeet, gak bohong! 5 of 5 stars.

14. Hidden Agenda by Julian Jacob: 3,5 of 5 stars.

15. Mere Matkadevi by Tulus Ciptadi Akib: Salah satu buku dari bingkisan LitBox. Konsep bukunya unik banget! Walaupun sebagian namanya agak maksa gitu ya, tapi banyak banget cerita yang menginspirasi dari sini, dan gak jarang juga ceritanya lucu-lucu gitu - 4 of 5 stars.

16. Sabtu Bersama Bapak by Adhitia Mulya: Karena mungkin ekspketasi saya yang ketinggian, novel ini cuma bisa saya bilang lumayan. Ada satu part yang paling saya inget banget, ini clue-nya: Cakra, jodoh, sepatu, musholla, duh saya gak ngira jawaban Cakra bakal kayak gitu pokoknya, haha! 4 of 5 stars.


18. Interlude by Windry Ramadhina: 3 of 5 stars.

19. Save My Soul by Falla Adinda: 2,7 of 5 stars.


21. Soba Ni Iru Yo by Yoana Dianika: Tokoh utamanya sering banget ceroboh terus tersesat! 2 of 5 stars.

22. Kukila by M. Aan Mansyur: 3 of 5 stars.


24. Rain Over Me by Arini Putri: Cuma, mau pamer dulu ya, saya udah pernah ketemu penulisnya lho, haha! Dan ternyata Mbak Arini ini dulu SMA-nya tetanggaan sama SMA saya. Untuk cerita Rain Over Me, Korea banget memang dan yang bikin bingung adalah diceritain si tokoh utamanya berkerudung dan latarnya di Korea, tapi ya udah, masalah kerudungnya gitu aja gak ada kelanjutannya - 2 of 5 stars.

25. Best Friends Forever by Orizuka: 2 of 5 stars.

26. Let Me Kiss You by Christina Juzwar: 2,79 (emang sengaja dibuat nanggung, hehe!) of 5 stars.

27. Guilty Pleasure by Christian Simamora: 2 of 5 stars.

28. The Pilot's Woman by Dahlian: 3 of 5 stars.


30. Looking For Alaska by John Green: 4 of 5 stars.

31. Love & Misadventure by Lang Leav: 4 of 5 stars.

Yap, emang sedikit. Semoga tahun-tahun berikutnya saya bisa lebih banyak baca, rajin update, dan bacanya gak cuma romance-fiksi aja ya. Bye-bye!

Saturday, December 27, 2014

My Reading Habit

Hai! Hai! Mau ngerasain nih gimana rasanya jawab-jawab pertanyaan macam bilbo gitu. Emang gak dapet tag dari siapa-siapa sih, pertanyaan-pertanyaannya kebetulan dapet pas lagi blog-walking ke sini dan gak sengaja, karena rasanya bakalan asik -- well, intinya ini dia kebiasaan-kebiasaan saat baca:


Do you snack while you read? If so, what is your favourite reading snack? No, I don’t. Karena saya biasanya baca buku di kasur, jadi nyemil-nyemil gitu jarang karena dilarang orang tua makan di kasur.

What is your favourite drink while reading? Em, air putih mungkin. Minum cuma kalau di tengah-tengah baca ngerasa haus aja.

Do you tend to mark your books as you read, or does the idea of writing in books horrify you? Haha, saya termasuk kategori yang pilihan kedua. Rasanya sayang kalau harus coret-coret di buku (kecuali buku pelejaran, ya!). Jadi kalau ada yang mau ditandain, biasanya pakai sticky notes atau malah dicatet halamannya di HP.

How do you keep your place while reading a book? Bookmark? Dog-ears? Laying the book flat open? Bookmark. Kecuali kalau tahu mau berhenti bacanya cuma sebentar (biasanya karena haus, laper, atau dipanggil orang tua, haha), baru deh berani nandain bukunya dengan cara dibuka terus digeletakin gitu.

Fiction, non-fiction, or both? Well, both. Saya sukai baca buku puisi dan kayaknya bakal suka baca buku-buku motivasi yang halamannya full colour dan gambar itu. Tapi ya, buku fiksi paling favorite! 

Are you a person who tends to read to the end of a chapter, or can you stop anywhere? I can stop anywhere, karena di sinilah shift tugas si bookmark diperkuat, haha.

Are you the type of person to throw a book across the room or on the floor if the author irritates you? Wah, gak separah itu sih. Walaupun sebel, saya masih sayang sama buku fisiknya, gak tega. Kalau saya lagi sebel gitu, yang kebanyakan kerja biasanya mulut bukan tangan. Nih ada gambarnya:


If you come across an unfamiliar word, do you stop and look it up right away? Enggak. Pas lagi bacanya, ditebak-tebak aja dulu artinya apa. Abis selesai bacanya, kalau keinget-inget terus, saya terus baru cari artinya. Beda lagi kalau pas saya baca, di samping ada orang lain gitu, saya biasanya langsung nanya barangkali mereka tahu.

What are you currently reading? Kalau di status goodreads sih Tomodachi by Winna Effendi sama Galila by Jessica Huwae. Tapi nyatanya, bukan buku-buku itu, abis saya update status yang itu (sekitar bulan Agustus), bukunya malah gak saya lanjut baca padahal baru beberapa halaman, mungkin nanti ya. Sekarang yang lagi bener-bener dibaca adalah: CoupL(ov)e by Rhein Fathia.

What is the last book you bought? Balada Ching-Ching by Maggie Tiojakin. Beli obralan di Togamas dengan harga 10K aja.

Are you the type of person that reads one book at a time, or can you read more than one? Dulu saya selalu berusaha selesain baca satu buku dulu baru baca yang lain. Sekarang beda, kalau lagi baca terus di tengah-tengah mood-nya kemudian ilang dan pengin ganti baca yang lain, ya saya ganti buku lain.

Do you have a favourite time or place to read? YAP! Kamar tidur pastinya, udah paling nyaman di situ. Atau tempat favourite kedua adalah kursi bus atau mobil, karena perjalanan dari sekolah ke rumah atau sebaliknya lumayan makan lama, sekitar hampir 1 jam. Yang paling harus adalah sepi, gak ada yang ngajak ngomong saya baru saya bisa konsentrasi baca deh.

Do you prefer series book or stand alones? I like both of them, asal jangan tebel-tebel aja.

Is there a specific book or author you find yourself recommending over and over? Yes! Dilan by Pidi Baiq salah satu contohnya.

How do you organize your books? (by genre, title, author’s last name, etc.) Nanti kalau udah punya rak khusus, rencananya mau disusun berdasarkan warna cover! Aaaaah, semoga cepet kesampaian! Doain ya, guys!

So, these are my reading habit. Ternyata buat beginian serunya sama kayak pas lagi baca-baca postingan orang lain ya, haha!

French Pink



Judul: French Pink
Penulis: Prisca Primasari
ISBN: 978-602-251-687-3
Penerbit: PT Grasindo
Editor: Anin Patrajuangga
Desain sampul & ilustrasi: Nisa Nafisah dan Riva Marino
Penata isi: Yusuf Pramono
Tebal: 74 halaman
Cetakan pertama, 2014.

Blurb:
Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna-warni, Hitomi tiba-tiba bertemu pria aneh yang mengungkit-ungkit tentang kematian.

Siapa sebenarnya pria itu? Dan... lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?

Ck. Sungguh. Pria itu benar-benar merepotkan Hitomi.

Hitomi tidak sama lagi. Hidup dan hari-harinya menghitam dan kelam, hidup enggan dan matipun mau deh kalau bisa, padahal dahulu ialah yang paling semangat menyarankan bermacam-macam warna pada masyarakat sekitar.  Distrik Jiyugaoka tidak sama lagi bagi Hitomi. Sampai pada akhirnya ia bertemu pria aneh bernama Hane – serba hitam dan berbicara tentang kematian, lalu malah merepotkan Hitomi, padahal mereka tidak saling mengenal. Apakah dia shinigami – dewa kematian?

Yap, cerita singkat Hitomi dan Hane berhasil dituliskan dengan apik oleh Mbak Prisca. Diramu dalam 74 halaman novella, kita diajak menyelami kehidupan dan masa lalu Hitomi yang akan teruak dalam beberapa hari. Saya suka, meski duh iya, pengin lebih panjang lagi, haha! Membaca French Pink ini bikin penasaran. Jujur, awalnya saya kurang suka sama sifat-sifat tokohnya, tapi kemudian saya tersihir buat masuk ke cerita, dan begitu selesai baca halaman terakhir, saya masih harus bengong dulu buat percaya kalau ceritanya udah abis.

Walaupun banyak pertanyaan di tengah-tengah baca, “Kok bisa? Kok bisa?” dan di akhir belum terjawab, tapi saya putuskan buat gak mikirin itu lama-lama deh, nikmatin aja ceritanya sampai akhir. Bonus juga, abis baca buku ini kita bisa dapet pengetahuan gimana sih warna French Pink, English Lavender, dan warna-warna lainnya. Awalnya emang gak kebayang sih, tapi well, at least, abis baca pasti langsung penasaran pengin googling kan?

Penggambaran Distrik Jiyugaoka di dalam buku juga sukses bikin saya membayangkan dan eh, pas baca posting TasteTwice tentang Mbak Prisca yang bercerita tentang distrik ini terus ada fotonya, tempat yang saya bayangkan akibat penggambaran novel lumayan mirip sama aslinya, berarti kan Mbak Prisca berhasil menransfernya. 

Oh iya, buku ini diterbitkan hardcover (btw, cover-nya cantik banget!), reaksi pertama saya tahu kalau ini hardcover tapi harganya gak sampai 50 ribu adalah: WAIIIIIT – MURAH BANGET? HARUS BELI! (walau ternyata murah karena tipis), dan alhamdulillah, dapet kesempatan beli pas Togamas lagi diskon 30%. Di dalam bukunya ada beberapa gambar ilustrasi sederhana bikin tambah suka, tapi ada tujuan lain buat nambahin jumlah halaman biar gak tipis-tipis banget kayaknya ya, hehe? Sayangnya, kok gak ada bookmark-nya ya? Sama di sub-bab terakhir – sub-bab “7. Life”, ketulisnya masih sub-bab “6. Life”.

Ini buku kedua Mbak Prisca yang saya baca setelah Éclair, dan woooho, saya mau banget baca karya-karyanya yang lain!
4 of 5 stars.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...